30.5.10

my future dream :)


My Future Dream (Part 1)

Siang itu, dua jagoan kecilku berlarian ke arahmu. Dia yang sulung sudah hampir lima tahun dan si bungsu kecil masih tertatih dalam genggam tanganku. Tawa mereka sungguh indah, meramaikan suasana istana kita yang teduh dan megah. Sementara kau berdiri di ambang pintu, masih rapi dengan kemeja kerja berwarna putih, membalas senyum mereka dengan senyummu yang selalu special dimataku. Tak seperti dulu ketika kau pulang dari kantor, aku masih bisa sekedar mengendurkan ikatan dasimu seketika setelah kau mengecup keningku, kini aku sibuk memegangi si bungsu yang meronta- ronta ingin segera menyusul kakaknya yang lebih dulu berhasil mendekapmu.
Seperti yang kubayangkan sejak dulu, rambut si sulung ikal seperti rambutmu, tapi matanya lebar seperti mataku. Kulitnya kuning seperti kulitku, dan … oke, giginya rapi seperti gigimu. Kuharap dia tidak keras kepala seperti kamu ya. Sedangkan si bungsu kecil terpaut tiga setengah tahun dari kakaknya. Aku belum akan mendeskripsikannya untukmu. Bayangkan bila kakaknya secakep itu, kau bisa membayangkan bila adiknya setingkat lebih cakep dari kakaknya kan? Itu teori genetika yang sudah terjadi pada keluarga kita berdua, untungnya hal itu tak terjadi pada anak kita, dengan demikian kesimpulannya; dua jagoan kecilku sama cakepnya.
Meskipun usiamu sudah kepala tiga, tapi kau masih muda bagiku. Kau sosok yang tidak pernah berubah dimataku. Kau adalah pemimpin di kerajaan yang kita bangun sedari dulu. Dan dua jagoan kecil kita itu adalah laskar pengikutmu. Aku suka melihatmu menggendong si sulung menuju kamarnya ketika ia terlelap di depan wide screen setelah menonton film edukatif kesukaannya, sementara aku menimang si kecil, meninabobokan ia yang baru bisa mengeja kata- kata sederhana. Ketika si sulung sudah nyaman dengan selimut tebal di kamarnya, dan si bungsu sudah terlelap di ranjangnya, kau menghampiriku dengan senyum menggodamu. Dan setelah bagian ini, kau yang akan sibuk ‘meninabobokanku', ya, sepertinya insomnia ini masih gemar menemaniku terjaga setiap malam menjelang.
Seperti yang kau harapkan, kini aku bekerja mengabdikan diri kepada negara, sehingga aku mempunyai waktu yang cukup untuk mengurus keluarga, menaatimu, dan mendidik si kecil tentunya. Di samping itu, seperti rencana kita sejak awal, kini kita sudah mempunyai bisnis keluarga yang benar- benar kita rintis mulai dari benih. Lihatlah, setelah berjalan hampir enam tahun, bisnis kita cepat sekali mendapatkan pasarnya. Dan akhir tahun ini kita sudah merencanakan membuka cabang di kota yang lain.    
                  

0 comments:

Post a Comment