12.8.10

Singkong (Sebuah Pilihan Cemilan selama Ramadhan)


Merekam fenomena tingginya harga bahan makanan pokok di pasaran dewasa ini membuat saya tergerak hati untuk memanfaatkan bahan makanan pokok sederhana sebagai  bahan makanan pokok pengganti, utamanya beras. Saya memulainya dengan melirik potensi singkong sebagai salah satu bahan substitusi pengganti beras. Selain terdapat dimana- mana, mudah diperoleh, juga harganya sangat terjangkau untuk masyarakat dengan tingkat perekonomian rendah sekalipun. Singkong banyak ditemui di desa, tapi seiring berkembangpesatnya alat transportasi menuju kota, singkong bukan lagi menjadi komoditi yang sulit dicari.

Bila kembali mengingat pelajaran Sekolah Dasar beberapa tahun silam,  kita akan sadar bahwa sebenarnya singkong sudah sejak dulu diakui sebagai makanan pokok selain nasi oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya bagian umbi saja yang dapat dimanfaatkan atau dikonsumsi, namun daun, kulit dan batangnya pun dapat dimanfaatkan. Bahkan bila dapat mengolahnya dengan baik dan benar, bisa jadi hal ini merupakan peluang bisnis yang menguntungkan. 

Berdasarkan penyesuaian dari beberapa artikel yang saya baca di ranah dunia maya ini, pada dasarnya, umbi singkong diminati hampir di semua wilayah tanah air. Di beberapa daerah, singkong (manihot utilissima) dikenal dengan berbagai nama, seperti ubi kayee (Aceh), kasapen (Sunda), tela pohong (Jawa), tela belada (Madura), lame kayu (Makassar), pangala (Papua), dan lain-lain. Tanaman singkong sangat mudah tumbuh. Tumbuhan yang berasal dari Amerika Tropis ini banyak ditanam di pekarangan, tanggul, ataupun sawah. Cara untuk menanam tanaman ini, dapat dilakukan dengan stek batang singkong tua.

Lebih dalam, saya mengutip pernyataan pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma, yang menyatakan bahwa efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi. Untuk umbi singkong sendiri, memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun singkong mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batangnya mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.

Potensi dari tanaman singkong ini sangat beraneka ragam dan yang pasti kaya akan manfaat. Bila digunakan sebagai penganan dapat diolah menjadi keripik, kudapan, sayuran, tape, cake, puding, roti atau berbagai hidangan lezat lainnya. Selain itu juga memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Diantaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri dan dapat meningkatkan stamina. Bahkan singkong atau ubi kayu ini dapat juga dibuat tepung singkong yaitu tepung tapioca yang dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, karena tepung ini baik untuk pengidap alergi.

Saya sendiri telah mulai memperhitungkan potensi singkong dengan melakukan aksi yang kongkrit, diantaranya adalah mulai mengaplikasikan beberapa resep berbahan utama singkong. Berikut adalah salah satu resep yang sudah saya praktikkan di dapur saya.


Kue Klepon Singkong ala Chef Ikha Oktavianti





Bahan:
 
350 gram singkong parut
50 gram kelapa agak muda, parut
1 sendok teh pasta pandan
100 gram gula merah, iris-iris
1/4 butir kelapa agak muda, parut
1/4 sendok teh garam

Cara membuat:
  1. Kukus kelapa muda yang diberi garam. Sisihkan.
  2. Campur singkong, kelapa, pasta pandan. Aduk rata.
  3. Ambil 1 sendok teh adonan. Isi dengan gula iris. Rapatkan. Bentuk bulat. Kukus 10 menit.
  4. Gulingkan di kelapa parut kukus.

resep diatas diadaptasi dari artikel ini.


Demikian adalah sedikit informasi yang bisa saya bagi di bulan suci ramadhan ini. Resep diatas bisa dicoba praktikan untuk menambah semarak masakan yang disajikan di meja makan ketika berbuka maupun sahur. Sajikan selagi hangat agar lebih nikmat. Semoga bermanfaat. 

Sebuah Sisipan Ramadhan
Ikha Oktavianti

4 comments:

Ata Mevia said...

ngrasakne sik nuw kaa, asiiikkk, hehehe :D

ikha oktavianti said...

ayo. Ta..
dolan gubugku kapan kie sidane?
aku sedia resep mie ayam lo..

Marwanta said...

Wah..kayaknya masih kurang lengkap kalo belum dikirim sample ka..he..he..

ikha oktavianti said...

waw waw waw..
rupanya aroma dapur blog saya sudah tercium oleh mas Jono, hehehe

besoklah mas, kalo pas buber dirumahku yah, aku masakin yang different deh, hehe

dan kabar baiknya,its my pleasure that someone i admire the most had commented on my page ..
hihi

thanks loh mas, udah mampir :)
blognya jenengan apa?
mari saya follow ...

Post a Comment