Showing posts with label kisah kata. Show all posts
Showing posts with label kisah kata. Show all posts

7.4.11

Mimpi Anisa

Mimpi Anisa





Aku terbangun, lalu menyandarkan kepalaku ke tembok kamar. Mengulum senyum, mengingat sebuah mimpi indah malam ini.

Orang bilang: mimpi adalah bunga tidur. Tapi tidak bagiku. Aku selalu mempercayai bahwa semua mimpi adalah pesan tersembunyi untuk digali. Memang benar begitu, aku percaya, sejak beberapa kejadian dalam hidupku kurasakan sama dengan mimpi - mimpi yang sebelumnya menghiasi tidurku, ah aku benar- benar percaya.

Aku tau ia akan datang lagi esok hari, berjalan melewati gang kecil depan sekolahku ini. Berpakaian rapi, menjinjing tas kotak dan bersepatu necis berwarna hitam mengkilap. Oleh sebab itu aku selalu rajin bangun pagi, berharap sampai di sekolah lebih awal, tentu saja agar bisa memandangnya berjalan tegap tepat di depan gerbang. 

Ia pria yang selama ini telah membuat hatiku cenut- cenut. Dari perawakannya yang gagah, cara berjalan yang tegap, dan terkadang ia melemparkan senyum ramah ke arahku. Ya, ke arahku.. dan pagi kemarin adalah kali ke sepuluh ia tersenyum kepadaku.

Sejak aku memimpikannya dua bulan yang lalu, entah mengapa aku selalu memburunya. Seolah ia mempunyai magnet yang khusus menarik perhatianku.. Atau bukan hanya aku? Ah, yang jelas ia telah berhasil mengalihkan duniaku.

Pagi ini, seperti biasa, aku bangun pagi- pagi sekali. Setelah shalat Subuh dan mengaji, aku segera membantu ibu membereskan pekerjaan di dapur. Pukul 6 pagi aku bergegas berangkat sekolah, padahal jarak rumah dan sekolah hanya 2 km, sepuluh menit mengayuh sepeda angin juga sudah sampai. Ah, semua itu tidak masalah, asalkan bisa memandang pria berkemeja rapi itu berjalan di depan gang sekolah dan menyunggingkan senyumnya kepadaku. 

LIMA BELAS menit lebihnya dari pukul enam, aku sudah bersiap duduk di sebuah kursi di bawah pohon akasia di depan kelas VII, kelasku. Aku membuka lembar kesekian dari buku berjudul Ilmu Alam yang sedang kupangku. Buku setebal batu bata yang isinya kebanyakan berisi gambar- gambar makhluk hidup dan istilah- istilah latin yang sulit dicerna. Sambil berkali- kali aku mendongakkan kepala, sekedar meyakinkan pria tegap itu sudah tampak di depan mata. 

Jilbab putih yang kukenakan melambai- lambai diterpa sembirit angin pagi. Hampir setengah jam telah berlalu sejak aku duduk menanti sendiri. Kini beberapa teman mulai berdatangan. Mereka berjalan berduyun- duyun memasuki gerbang sekolahan. Dan pria yang kutunggu- tunggu itu belum juga muncul.. Aku jadi gelisah. Merasakan ada yang kurang di pagi ini, hingga bel masuk sekolah berbunyi dan aku berjalan gontai memasuki ruang kelas.     

Sejak pelajaran jam pertama, aku merasa tak bisa fokus dan tak bersemangat. Seolah ada yang kurang hari ini, dan aku yakin.. itu karena sinar pengharapan dari pria yang kutunggu itu tidak nampak.

Sepanjang jam pelajaran, dalam hatiku membuncah tanya, berharap menemukan kalimat kausatif yang  pas untuk menjawab alasan mengapa pria itu tidak datang. Pria yang selama ini menghiasi mimpi- mimpiku dengan keindahan. Pria yang .... dewasa, meskipun aku tak tahu persis berapa usianya.

-continued





    


17.3.11

Lollipop Love

Tak pernah ku menyesal ku telah memilih dirimu..
Dengan perbedaan yg ada namun kita masih bersama..
Kadang aku yg selalu egois dan kamu yg selalu tak perduli..
Dengan sikapku yg tak mau tahu dan kamu yg tak bisa 'tuk mengalah..
Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Tak peduli saat senang dan saat susah,kita kan selalu menjaga..
Satu dua kali kita pernah saling membenci..
Ketiga empat kali kita juga saling tak bicara..
Namun tak sanggup ku berlama-lama dgn hari tanpa dirimu..
Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Dan bila bosan benci menghampiri,cinta kan membawa kita kembali :$

Kadang merah kadang biru kadang hijau dan ungu..
Berwarna warni ya cinta kita sayang..

just 'saling n jujur' ya saiaankk :$

27/02/2011
12.12
SMS dari hantuw keren


NAH, setelah sempat terkagum- kagum baca syair yang dikirim sang kekasih tersebut diatas, dan setelah diliputi ketidakpercayaan akan orisinilitas karyanya, akhirnya aku, dengan bantuan pakdhe Google menemukan source asli dari potongan syair yang dikirim si doi via SMS itu.. ini diaaaaa...



Cinta itu indah..
Saat kita senang atau saat susah..
[**]
Tak pernah ku menyesal
Telah memilih dirimu..
Dengan perbedaan yang ada
Namun kita masih bersama..
Kadang aku yang selalu egois
Dan kamu yang slalu tak perduli..i..i..
Dengan sikapku yang tak mau tahu
Dan kamu yang tak bisa tuk mengalah
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu menjaga
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
[***]
Satu dua kali kita pernah saling membenci..
Ketiga empat kali kita juga saling tak bicara..
Namun tak sanggup ku berlama-lama..
Dengan hari-hari tanpa dirimu..u..u..
Aku butuh teman untuk bicara..
Dan kamu selalu ada tuk mendengar..
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
[****]
Kadang merah kadang biru..
Kadang hijau dan ungu..
Berwarna warni cinta kita..
It’s like a lollipop, lollipop love..
It’s like a lollipop, lollipop love..
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
Oh love, lollipop love, lollipop love…
Love love, lollipop love
Oh love, lollipop love…

Owaaalaaaaaaaaahhh.. ternyata benar dugaanku, doi cuma kopas lirik lagunya mbak Nina Tamam dari album terbarunya di 2010. Ahahah... tapi, emang bener yah, lagunya enak, easy listening, n liriknya itu lo, gokil dan romantis abis, cucok dipas-in sama yang lagi pacaran. khas kita banget dehh.. hehe

dengerin nooh, DISINI



ASIIK , kan :)



  

4.3.11

Antara aku dan Sandra (Bag II)



Hey, ini sudah lewat tengah malam, namun jemariku belum lelah menari. Setelah menari dengan benang- benang dan kain – kain flanel warna- warni, kini menari lagi diatas kotak- kotak keyboard...

Aku berhenti sejenak menggerakkan jemariku meloncat ke aksara satu dan lainnya, lalu menatap satu persatu boneka- boneka flanel di dalam box yang kujajar di separuh bagian meja belajarku. Oh, God! Sangat cantik! Aku selalu memuji tanganku sendiri ketika hasil akhir sudah didepan mata.

Aku mengerlingkan pandanganku ke sisi lain di meja belajarku. Sebuah surat kabar terbitan hari ini, laman ProBisnis. Kembali tersungging senyum tipis di hati, sebuah artikel berjudul ’Boneka Bertoga Sebagai Bingkisan Wisuda’. Ada gambarku di samping artikel tersebut. Aku dan ceritaku mengenai hasil karya tanganku, dibaca oleh ratusan pembaca koran Suara Merdeka pagi ini. Thanks, the writer. Thanks, God! 

---
Aku tak tahu, kenapa aku tiba- tiba menjadi sangat optimis melihat masa depanku. Masa depan yang awalnya selalu kutakuti, kini tidak lagi. Bukan.. Bukan berarti kain- kain flanel ini yang selalu kubawa bermimpi, tapi keyakinan akan kualitas hidup yang terus kucari- cari. 

Aku melanjutkan beberapa paragraf yang sudah tersusun rapi oleh tarian jemari. Bukan lagi tentang skripsi yang tertelan warna- warni manik- manik di laci, namun tentang tautan hidup kelak di kemudian hari. Email untuk Sandra, sahabat dekat yang pernah kuceritakan pada tulisanku sebelumnya. 

(email content @danceofmyfinger.blogspot)

----
Aku tersenyum manis mengakhiri tulisanku di surat elektronik yang baru saja kukirim untuk sahabatku di negeri Kanguru: Sandra. Ya, sudah sejak Januari ia bertolak menuju Australia, negeri yang menjadi pilihannya untuk meneruskan jenjang pendidikan Magisternya.

Sedang aku? Jangan tanya dimana gelar kesarjanaanku kusembunyikan, karena memang sampai detik ini aku belum dilegalkan menyematkan gelar di belakang nama panjangku. Ya, aku memang belum juga lulus. Lagi- lagi masih dihadapkan pada persoalan yang sama, pembimbing yang tak kunjung kembali dari negeri tetangga.

Alih- alih mengisi waktu sembari menunggu sang pembimbing pulang ke tanah air, aku memperlebar sayap pemasaran flanel bertoga buatanku, membuka lapak jualan boneka online. Facebook menjadi sarana yang tepat bagiku. Bermula dari keisengan mengunggah foto- foto boneka terdahulu, dari situ pula mengalir pesanan tanpa putus. Sempat kaget, sekaligus kewalahan menerima orderan. Bagaimana tidak kewalahan, sebelumnya aku hanya mengerjakan semua pesanan dengan ibu saja, karena jumlah pesanan baru hitungan jemari. Kini, dua karyawan sudah siap membantu semua pekerjaan tangan.

Dalam email yang kukirim pada Sandra, aku menceritakan semua kegiatan yang kulakukan, termasuk gerak gerik dan arah bisnis kecil yang kutekuni, sekaligus meminta saran daripadanya. Pada sahabatku itulah semua masalah kubagi, selain pada kekasih hati. Kekasih hati? Ya, aku akan menceritakannya pada halaman lain di tarian jemariku ini, tentunya setelah ada balasan surat elektronik dari Sandra. Semoga tidak perlu menunggu dalam waktu yang lama...

Reply soon, Sandra..


beberapa pesanan dari UNTAR



Beberapa pesanan dari UNS kedokteran





15.8.10

InSomNia




Tik Tok Tik Tok

Hampir sahur, 
dan aku belum bisa tidur..
Alunan lulaby yang biasa menemani,
justru kali ini membuatku terjaga..

Menghitung kambing?
ah, yang ini malah membuatku mengingatnya (Pak Uwo)..
Pikiranku tak mau dimanipulasi,
Mataku tak bisa diajak kompromi,
Hati disesaki umpatan menjelang pagi.

Hah! Dasar INSOMNIA sialan!
Kamu jahat tiada terperi..
Memaksaku terjaga dengan raga yang nyaris tak bertenaga..
Membungkusku dalam peti takut mati..

INSOMNIA!
Please, set me free..
Let me see him,

I beg u..
deep down inside my heart..

Please, set me free, tonite ....



sebuah percakapan gila, 
antara saya dan insomnia 
yang sering memberi saya waktu ekstra di malam gulita
15/08/2010
IKHA OKTAVIANTI

14.8.10

KAMU

 

kamu, ah, kamu..

tidak heran ya rasaku tak pernah habis untukmu,

kamu dan manja-manjamu itu.

ROMANTIS.

meski bukan kata-kata puitis,
atau senandung yang bisa bikin nangis- nangis.

ah, kamu memang begitu,
mengaturku di sela sejuta canda tawamu,
membuatku terharu dan tentu saja merindu.

dan kamu,
kuharap akan terus begitu,
tak peduli meski waktu terus berlalu.

kamu, akan slalu
memenjarakanku dengan pesonamu,
memaksaku berada tepat dibelakangmu.
mengekormu dan tentu saja meniru keBAIKanmu.

Gudnite, sweetheart :)

 

 

 

diary of an ordinary

14 August 2010

sebuah rona kata di hati,

ketika malam ini kita bertemu lagi,

yah, meski hanya sebentar melepas dahaga di hari ketiga puasa

finally, like usual, 

i just wanna say thank for a bowl of 'mie ayam gang kelinci' dan suapan nasgornya.

I didn't only eat it, but also tasted and sensed it..

last but not least,

may I say, you are so cute tonite.

and YES, am so happy to have you by my side..

I LOVE YOU 

13.8.10

Sepotong Fragmen




Seorang lelaki datang dan duduk di kursi sebelah kiri saya, namun saya tak begitu memerhatikannya. Karena pandangan ini tengah tertuju pada sebuah fragmen yang tengah berlangsung di depan mata saya. seorang bapak tengah menyantap lezat makanan yang dibawanya, sedangkan anak lelakinya yang baru berusia sekitar tiga tahun mencoba meminta makanan Ayahnya. Sesekali sang Ayah memberinya sesuap nasi, kemudian anaknya bermain lagi. lelaki itu nampak sangat menikmati makan siangnya itu, sedangkan anaknya hanya disuapi beberapa kali saja.

“Tega sekali bapak itu ya, ia makan sangat banyak sedangkan anaknya hanya diberi satu dua suap saja. Kenapa ia tak mendahulukan anaknya makan? Orang tua kan biasanya berkorban, biarlah ia tidak makan yang penting anaknya makan lebih dulu…” suara di sebelah saya memecah konsentrasi pandangan saya pada adegan di depan. Rupanya bukan hanya saya yang menyaksikan adegan Ayah dan anak yang tengah menikmati makan siang di ruang tunggu B-6 Bandara Soekarno Hatta itu.

Saya menghela nafas, membetulkan posisi duduk yang sebenarnya sudah cukup nyaman. Saya menoleh ke sebelah kiri, ke arah suara yang barusan kemudian memberikan senyum kepadanya. Ia, lelaki yang belum lama datang dan duduk di kursi sebelah kiri saya itu ternyata ikut menjadi pemirsa adegan ayah dan anak di hadapan saya. Kali ini saya harus menjelaskan kepada lelaki di sebelah kiri saya tentang adegan yang tengah berlangsung itu.

“Sayang sekali, Anda melewatkan adegan terbaiknya dan hanya menonton potongan sisanya saja. Saya yakin jika Anda datang lebih awal, Anda akan tersenyum dibuatnya dan tak mungkin berkomentar seperti tadi…” ucap saya.

Kini giliran lelaki itu yang membetulkan posisi duduknya, wajahnya menghadap ke saya. “Adegan apa yang saya lewati?”

Sebelum lelaki itu datang, kira-kira tiga puluh menit berselang, seorang lelaki bersama anaknya tiba dan memilih tempat duduk di depan saya. Tak berapa lama sang Ayah membuka sebuah kotak makanan dan mulai menyuapi makanan ke anaknya. Perlahan dan penuh kasih sayang ia menyuapi, mulai dari lauknya, nasi, juga sesekali ia memberikan minum. Ketika anaknya tersedak karena makan sambil bicara, ia memberi nasihat dengan lembut, “habiskan dulu yang di dalam mulut, baru bicara ya nak,” kemudian ia menyodorkan air minum ke anaknya.

Anak lelakinya itu terbilang aktif, sambil makan ia berlari sana-sini. “Ayah lebih suka kalau Abang duduk,” Ah, sebuah kalimat positif yang mengagumkan. Biasanya orang tua yang sedang memberi makan dan anaknya berlarian akan berteriak, “Abang! Jangan lari-larian, Ayah capek!” atau “Duduk disini! Jangan lari-larian, ibu nggak mau nyuapin lagi nih…”

Sang anak tetap berlari meski ayahnya lebih suka ia duduk, namun tak sedikitpun ia marah. Tak berapa lama, anaknya tersandung kaki kursi dan jatuh. Makanan yang masih di mulutnya pun ikut tumpah keluar. Lagi-lagi ia tak marah, ia berdiri segera membangunkan anaknya. Kemudian dengan sabar memunguti makanan yang berserak di lantai. Anaknya menatap apa yang dilakukan ayahnya, “Kalau abang duduk dan diam, nggak akan jatuh begini kan…” anaknya mengangguk tanda mengerti.

Sejak itu, anaknya yang bertubuh gempal itu duduk diam dan membuat ayahnya lebih tenang menyuapi hingga makanannya habis. “jangan lupa, baca doa habis makan bagaimana?” tak lama, terdengar suara lucu melafazkan doa sehabis makan. Terbata-bata ia mencoba melafazkannya sambil dibantu ayahnya untuk mengingat bagian yang lupa.

Setelah itu, ayahnya berkata, “Abang sudah makan, sekarang gantian ayah ya yang makan…”

Nah, adegan inilah yang terlewati oleh lelaki yang baru datang dan duduk di sebelah kiri saya. Ia hanya melihat adegan sisanya yang tentu saja bukan bagian terbaik dari fragmen ayah dan anak di hadapan saya itu.




***

Kerap kita melihat sesuatu tidak utuh, kemudian mencoba memberi penilaian dari yang tidak utuh itu. Padahal kalau kita mau meluangkan waktu lebih banyak untuk mengetahui sesuatu lebih dalam dan lebih utuh, banyak hal yang akan mampu mengubah pandangan kita terhadap sesuatu, ataupun seseorang.


Sebagai perenungan saja, terutama untuk sahabat dekat saya yang merasa telah memilih orang yang salah dalam hidupnya. Yang kuat dan tabah ya sayang...
Sebenarnya sebaik-baiknya rencana adalah rencana Allah semata.
Dan memang suatu jalan yang telah ditentukanNya bila tiba sampai saat ini kau sampai di titik yang kau pijak sekarang. Bangkitlah dan tataplah dunia, ada rencana indah untukmu di depan sana....  
karna sesungguhnya ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, Allah membuka pintu kebahagiaan yang lain yang harus kau cari sendiri. 


maaf, kopas dulu
karena malam melarangku menulis banyak
karena malam menyita ide pikiranku dengan dua project besarku
-SKRIPSI
-The Holy Journey 2008 (Perjalanan Haji 2008)
Bismillahirahmannirahim
Wish me luck :)

10.7.10

Stanza sepulang SIEM 2010




dengar gaung
genderang ditabuh

irama harmoni
orchestra etnic music
mendayu

merayu

pilu

seru

dalam kalbu
penuh lagu

senandung rindu
untukmu
sang bayu :*


09/07/2010
tarian jemari di penghujung malam
Ikha Oktavianti

Curahan Hati Seorang Sahabat



Hatiku bicara ! (Jika ingin tau; dengarkanlah!)

Kenapa kau tak menggubrisku?


Salah apa aku?

ibaratkan hatiku
selaksa
serakan pecah
gelas

remuk? ya.


bahkan buluh perindu
tak mampu
menghibur

ah..


pedihku datang menghujam
tepat di muara hati
tengah malam

dalam liang sanubari


aku sedih
bibirku menggigil


dalam mataku
(yang sudah lama tak kau 
tatap kedalamnya)
hanya ada telaga retak


langit?
langit masih berada diatas
tapi tidak menaungi kita

kemarau?
kemarau dan kau membuat
hatiku parau


bumi?
bumi masih berotasi
aku tetap diporos bawah
kau diatas


awan?
awan masih putih
hatiku mendung

aku yang gagu ambigu
harapanku yang pudar
tersebar


:SABAR



kisah kau sahabat
08/07/2010

ikha oktavianti

8.7.10

angkuh

padamu Angkuh !

ketika aku jatuh,
kau enggan merengkuh.

itu karena kau Angkuh!

ketika aku jauh,
kau berhenti mengayuh.

itu karena kau Angkuh!

ketika aku mulai rapuh,
kau tak mau mengasuh.

itu karena kau Angkuh!


Terkutuk kau Angkuh!

sampai kapan akan meraja di hatinya?

aku tidak mengeluh,
hanya jiwa ini bercucur peluh.

sampai kapan akan meraja di hatinya?


padamu angkuh;
Enyahlah!



08/07/2010
saat aku bertikai dengan Angkuh
ikha oktavianti

6.7.10

DUA (25) LIMA TARIAN JEMARI

Berikut adalah isi dari Dua (25) Lima Tarian Jemari, scrap book yang berisi 25 syair olehku dan olehnya, yang ku tulis ulang dengan hiasan foto2 kami berdua :))
Scrapbook ini saya buat sebagai buah tangan untuk kekasih hati di ulang tahunnya yang ke 25 :))


Dua (25) Lima Tarian Jemari 

by Ikha Oktavianti



It’s about a warmhearted-fragile guy, named Bayu who’s been unlucky in love. Always surrounded by numerous of girl friends but no one to call his own. And there’s Ikha, a work-hard play-harder kind of girl who believes the right guy will come along after the wrong guy, so she tirelessly seeking.
They enjoy the most of their lives but inside wondering when the other half of their heart will meet. As cliché as it sounds, they met on an awkward arranged date, but then the feeling grows to what everyone’s looking for a lifetime.
The miracle happened to them.



Especially for :
My Beloved Bayoe
Angin yang slalu menghembuskan rindu kedalam kalbu

 - 1 -
 




Loving you is like breathing…
How can I stop ?!







 - 2 -



Lewat senandung rindu…
Ingin kukirim bisikan kalbu padamu…
Walau yang terlahir hanya sepotong syair dari jutaan bait yang terurai indah …
Untukmu seutuhnya jiwa ini  kutambatkan…
Padamu langkah cita ini kelak kutambatkan…
Ku terbawa , semakin terbawa…
Tenggelam dalam sebuah cerita kerinduan…
Semoga bahagia selalu bersamamu :)

24-Nov-08  
 19:37




- 3 -


Selamat pagi wahai pujaan hati..
Semangat hari ini disambut oleh mentari...
Biarpun lelah masih menghinggapi raga ini..
Mari- mari bersorak lagi !
Langit tanpa senyummu kan mendung lagi…
Dunia tanpa cintamu ‘kan mati…
Mari- mari bernyanyi- nyanyi dendangkan suara hati…
Nikmatilah karunia Illahi Rabbi :)

19 April 2010
8:23



- 4 -


Ijinkan penaku bicara, walau tanpa bertatap mata…
Lembut kutulis bahasa jiwa, bisik mesra untukmu disana…
Kuukir romansa kita berdua, kisah kasih insan bersahaja…
Kutandai kecup manja, meski sebatas angan belaka…
Untukmu hanya untukmu aksara ini terangkai dan tercipta…
Terlahir dari bahagia menikmati gejolak muda…
Bersamamu ingin kugapai cinta cita berdua…
Bersamamu kujemput indahnya masa depan kita…


14 April 2010
12:05



- 5 -

         30 menit lalu sudah lewat tengah malam.. 
Namun mataku tak mau terpejam..
   Siluetmu mencuri kedamaian hatiku…
Menyudutkan lusinan rindu yang semestinya terdiam…
        Kerinduan ini menyiksaku…
membuat aliran sungai baru yang menganak di diwajahku…
Detik masih berdetak menuntun jarum panjang di angka dua…
          Dan aku masih tercenung menanti kabarmu…


27-Nov-08 
00:50  



- 6 -


Pagi setelah sahur yang terakhir..
Smua terasa indah, namun tidak diriku..
Sejujurnya perasaan ini semakin tak menentu..
Maafkan aku bila bertindak terlalu..
Hatiku pilu, tatkala menyadari detik tak lagi ada dirimu..
Betapa kuat hilangnya perhatian menghempas tubuhku..
Kandaa..
Aku tak pernah minta apapun kecuali satu..
Tetaplah disini rajut bahagia bersamaku..
Kupikir lagi, dan ternyata aku tak perlu menunggu waktu itu..
Genggam celah diantara jari ditanganku..
Kandaa..
Jika itu yang memang kau ingini..
Memang lebih baik seperti itu..
Asalkan satu, kau tau, i will always miss u..


- 7 -
I was afraid to dream ‘bout u before..

I was blind, but now u open my eyes

so i can see everything in this big world..

I was little girl, but now u treat me how to be a big girl so i can run to reach my dream..

I was simply, but now u tell me how to be an extraordinary so i can fight powerfully..

I was plain, but now u draw me love

so i can feel my life colorfully..

U crack my destiny n u give me

the answers before i get the questions..

I believe that u r d angel

God sent to me to free out my sadness..

I believe that u r my prince on white horse who i wrote over in every chapter of my story..

U r my password to enter my lucky life..

I love u..



-  8 -

Senyum,
Dan kini senyummu mencandu…
Meracun muara rasa dalam kalbu..

Senyum,
Dan lagi senyummu merayu…
Menggoda cinta yang sempat meragu…

Senyum,
Dan senyummu itu merindu…
Mencumbu slalu di peraduan malamku…

Senyum,
Hanya padamu kutunggu seulas senyum :)

24/05/2010
8:42 pm


-  9 -



Hatiku adalah canvas,
Cintamu adalah kuas…

Kau warnai hatiku dengan cinta yang pantas…



07/05/2010
12.40 pm






-  10 -



If I used to be a sun today,
I would just shine for brightening your way…
Or if I used to be a lovely rainbow…
I would just paint your only heart…


19/06/2010
8.53 am




-  11  -








Kau adalah cahaya,
Pelita hidupku..
Hadirmu sungguh mempesona,
Impian hatiku..




30/04/2010
2.12 am






-- 12  -



Akhirnya malam ini,
Set’lah sekian lama tak bersua..
Kunikmati pula senyum yang merekah menjadi tawa,
I love you, babe

09/06/2010
9.21 pm




-  13  -




Di tengah sepi preamble malam ini,
Aku ingin menikmati pendar lampu kota,
Diiringi tembang asmara yang melagu penuh nuansa.
Namun sayang, kita lupa menyiasati strategi kencan,
Hingga kini hanya ada kau dan aku yang menikmati waktu ngelangut dalam rindu yang terpagut..


16/06/2010
8.56 pm




 -  14  -


I was still wriggling in my bed,
Tryin’ hard to define what day is today..
Couples second later, I find,

Today is YOU

And it begins with a warm greeting like;

“Selamat pagi, cintaa”

20/06/2010
9.01 am




-  15  -




Aku tak ingin berada ditempat lain selain disini, dipelukanmu  :)



25/01/2010
9:50
Any words from you





-  16  -




Aku benci menangis karenamu, tapi aku sering menangis tanpamu…

I love you my switnose


13/03/2010
12:24
Any words from you




-  17  -




Ikha adalah satu (1)
Oktavianti adalah delapan (8)
8 = B
1 = I
Jadi 81 = BI
BayuIkha = BaIk




11/04/2010
2:51 am
Any words from you





-  18 -





Iloveyu ikha oktavianti,
Kau memang mutiara hidupku  :)





24/05/2010
8:40 pm
Any words from you



-  19 -





Ikha Oktavianti you make me smile :)
And I can’t live without you :$



21/06/2010
6:13 pm
Any words from you



 -  20  -




Love, happy, smile, and all of the joyfull words is YOU
Love YOU , Ikha Oktavianti.




22/06/2010
8:05 am
Any words from you




-  21 -


Kau,

Kau adalah sepenggal fajar ketika Subuh,
Kau adalah terik mentari ketika Dhuhur,
Kau adalah sepoi sore ketika Ashar,
Kau adalah jingga senja ketika Magribh,
Kau adalah gulita malam ketika Isya’.

Kau adalah sesorah yang menunjukkanku kepada jalan menuju Syurgaku..


04/07/2010





-  22  -



I love when you call me ‘darling’..
Make me shining just like the sun in the morning..
Close to me, I just wanna listen you whispering..

“Hey, darling, good morning :*”



25./06/2010
8:23 am




-  23  -





How beautiful my life is
to have you on its every pages…


29/05/2010
11.13 am





-  24  -





Happy birthday, my hanii.
May Allah always set the best in every path you undergo.
May thrilling days every now and then will replace every dark exhausting hour you've endured.
May God ease our endeavors to pursue our dreams. Thx for giving me space to grow up by your side.



-  25  -



I
LOVE 
YOU

everytime when i'm breathing



-end-