Showing posts with label kisah kasih. Show all posts
Showing posts with label kisah kasih. Show all posts

16.4.12

Pijakan Pertama di Tanah Banua

November 2011


source : click !

BAHAGIA adalah satu perasaan yang turut dihati saya tatkala turun dari burung besi yang membawa saya terbang dari Jawa ke Tanah Banua untuk kali pertama. Kala itu sudah petang, sekitar pukul 7 WITA, saya dijemput oleh suami di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Bagaimana tidak bahagia, sebelumnya saya harus puasa tak bersua dengan suami sekitar 2 bulan ( 10 September - 15 November 2012) karena si dia harus melengkapi tugas kesamaptaan di Kopassus Batujajar, Bogor demi proses pengangkatan kepegawaian di Perusahaan yang baru. 

Tak bersua sekian lama serta sempat beberapa minggu terputus komunikasi bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi di usia pernikahan kami yang masih anyar. Sedikit hiperbolis, tapi faktanya memang saya sendiri tak bisa 100% fokus menjalani hari. Ibarat kata, jiwa saya sedang kehilangan separuh spiritnya. Dilanda rindu yang obatnya hanyalah doa khusuk pada 'Illahi Robbi..

Kembali bersua dengan suami menjadi satu hal yang sangat dinanti, bahkan sejak detik pertama kami harus saling bertolak guna menyelesaikan tugas masing-masing. Namun, syukur alhamdulillahirobbi.. finally, hari itu datang dan kami kembali dipertemukan dalam keadaan sehat wal afiat. Ada senyum kikuk yang sempat menghias bibir, ada air mata yang menyudut di kelopak mata, ada lantunan hamdallah yang spontan saja terucap dari mulut... 

Di bandara yang terbilang besar itu, di tengah hiruk pikuk para penumpang dan penjemput, saya mencoba fokus untuk satu suara yang memanggil- manggil saya dengan penggilan khasnya: 

"Ling..ling..ling...", yang merupakan kependekan dari 'darling'

Seorang pria bertubuh gempal, berkulit hitam legam melambaikan tangannya ke arah saya. Seraut wajah yang awalnya saya sedikit sulit mengenali karena phisically telah berubah lumayan drastis, tambah gendut, tambah hitam. Untuk lebih meyakinkan saya, pria itu mendekat sehingga jelas bagi kedua mata saya untuk mengenalinya, serta mudah bagi kedua tangan ini untuk menyambut hangat peluknya. Dialah orangnya, suami yang  saya susul keberadaannya di Borneo.

Usai sebuah pelukan yang mencairkan perasaan kikuk karena lama tak berjumpa, akhirnya kami langsung tancap gas meninggalkan pelataran parkir bandara. Kami melaju menuju salah satu kota kecamatan di Kalimantan Selatan, yaitu Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Perjalanan dari bandara Syamsudin Noor ke tempat yang kami tuju memakan waktu lebih kurang satu jam dengan jalanan yang sepenuhnya dibangun dengan asphalt. 

Suami saya menghentikan laju kendaraan ketika kami sudah memasuki gang kecil menuju depan deretan bidakan berwarna orange. Di daerah Pelaihari, bidakan merupakan sebutan untuk sebuah rumah petak berukuran kecil, biasanya dikontrakkan dengan biaya sewa per bulan. Ada tiga bidakan yang berjejer di depan saya, kemudian suami menunjukkan bidakan yang kami sewa, yaitu bidakan yang paling barat (?). Maklum, sesampainya di tempat baru, saya mendadak buta arah mata angin.    

Gulita hampir menenggelamkan seluruh sumber cahaya di angkasa, tapi malam itu purnama setia menemani kami dan membagi sisa romansa melalui secercah sinarnya. Setelah meletakkan koper dan barang- barang bawaan, kami keluar dari bidakan untuk mencari makan di sebuah warung tenda yang menyediakan masakan sederhana. Sambil menunggu pesanan dimatangkan, kami berdua tenggelam dalam obrolan ringan, berbagi kisah dan kasih serta pengharapan atas dimulainya sebuah perjuangan di tanah seberang...

Inilah episode pertama saya di tanah rantau, pijakan pertama dalam duet pengembaraan ini. Banyak kisah yang kemudian mengalir dan terbingkai indah selama tinggal di Pelaihari. Insyaallah ceritanya akan dilanjutkan lagi..

18.10.11

Akad Nikah :)

Lebih dari sepuluh teman perempuan saya tertarik dan penasaran tentang bagian prosesi akad nikah saya beberapa bulan yang lalu yang paling berkesan. Maklum, saya mempunyai segudang teman seusia, usia yang bisa dikatakan matang untuk selanjutnya melangkahkan hidup ke jenjang pernikahan. 

Lalu saya mencoba mengingat- ingat kembali, bagian mana dari serangkaian upacara khidmad tersebut yang sangat menggoncang emosi. Lalu saya terdiam.. tercenung dan mengulang kembali semua memori yang terekam hari Rabu, 29 Juni 2011 yang lalu..

Saya rasa semua rangkaian acara meninggalkan kesan mendalam. Namun, senyum saya terkembang segar, manakala mengingat bagian yang terpenting dalam akad nikah saya adalah pembacaan ikrar ijab qobul oleh bapak dan calon suami. Begitu kuat degup jantung saya kala itu, hingga meninggalkan ketegangan yang luar biasa.

Saya merasakan dengan jelas bagaimana bapak menatap saya dengan sangat tajam, seperti masih berat mengikhlaskan putrinya untuk seorang pria yang baru dikenalnya sejak dua tahun yang lalu. Saya tidak pernah merasakan tatapan setajam itu sebelumnya. Namun, saya membalas tatapan bapak dengan kesungguhan, saya transfer keyakinan yang mengakar dalam hati kepada beliau. Keyakinan bahwa benar pria inilah yang akan menjadi samudera bahagia dalam keseluruhan daratan hidup saya nantinya. 
Ketegangan tidak hanya nampak di raut wajah bapak saja, namun juga pada air muka kekasih saya. Lumrah, karena dengan istilah yang lain, beliau berdua yang menjadi pemeran utama dalam adegan inti acara kami. 

Bismillah.. sambil tangan saling bersalaman, bapak dan kekasih saya akhirnya berhasil mengucapkan ijab qobul dengan khidmat. Alhamdulillah.... Akhirnya kami syah menjadi suami istri :)



____

Kemudian saya mengingat kembali bagian yang paling menguras emosi. Spontan, memori saya terjun ke adegan ini. Yaitu adegan sungkem, yang mana sebelum sungkem, saya memohon doa restu kepada bapak ibu. 
Sebagian teman dan kerabat yang hadir dan menjadi saksi prosesi akad nikah memang sudah lama request kepada saya untuk mengupload doa yang saya ucapkan sebelum sungkem dengan kedua orang terkasih. Namun, baru malam ini saya berhasil mencari file words yang saya tulis pada hari H menjelang dua jam akad nikah. 

Hanya setengah jam, karena kalimat kalimat ini spontan keluar begitu saja. Sangat singkat karena tak perlu berlama untuk memercikkan ide ketika menuliskan memori tentang orang- orang terkasih, terutama ibu dan bapak. 

Saya hanya perlu membuka laptop, membuka file blank words, dan meletakkan jemari di atas tuts keyboard laptop, segera membayangkan dahsyatnya kasih sayang dan arti penting mereka dalam hidup saya, maka otak dan jemari akan senantiasa bersinergi, menari dengan sangat luwes.  

Ya, saya hanya butuh sekitar setengah jam untuk menulis permohonan doa restu yang tulus berikut ini :

Assalamualaikum wr.wb
Maaf saya meminta waktu sebentar untuk memohon doa restu sekaligus sedikit mengucapkan rasa terimakasih saya pada orang- orang terkasih saya.

Rasanya baru kemarin saya mendengar rutinitas ibu bapak mengingatkan saya untuk menjadi anak baik, belajar yang rajin, dan segera menyelesaikan kesarjanaan saya. Baru kemarin rasanya saya merengek- rengek minta uang jajan. Dan baru kemarin saya bercanda sampai tertidur berempat bersama ibu, bapak dan adik saya tersayang. Rasanya seperti masih bermimpi. Hm, tapi kini saatnya saya bangun dari mimpi dan menyadari bahwa sudah saatnya saya melangkah lagi, keluar dari comfort zone yang sejak dulu diciptakan oleh ibu dan bapak saya tersayang.

Ibu Bapak,
Ijinkan saya menempuh kehidupan baru, bersama mengarungi bahtera hidup yang sesungguhnya, dimana ada rasa suka dan duka yang sebenarnya yang akan dilewati bersama. Berikan restu untuk saya menuju pernikahan yang kekal, yang abadi, yang insyaallah hanya akan dilakukan sekali seumur hidup.

Ibu Bapak,
Maafkan saya yang selama ini selalu membuat susah, membuat kesal, membuat marah, merepotkan ibu dan bapak dengan semua tingkah laku atau mungkin dengan teriakan yang secara tidak sadar telah menyakiti perasaan ibu dan bapak.

Ibu, bapak
Tak terasa, rasanya baru kemarin saya masih bayi merah, bayi mungil yang lucu, bayi mungil yang ingin selalu disusui, ingin selalu dibelai, dipeluk, digendong, disayang, dengan tangisan manja hingga beranjak remaja, dengan semua kenakalan, tingkah laku yang menjengkelkan, dan semua keperluan hingga dewasa sampai saat ini.

Ibu, Bapak
Saat ini saya sudah dewasa, dan akan menjalani kehidupan baru, saya mohon doa restu dan keikhlasan untuk menjalani semua ini. Terimakasih sudah dilahirkan ke dunia ini, sudah memberikan pendidikan yang terbaik, sudah memberikan semua fasilitas yang terbaik. Terimakasih atas semua cinta, semua kasih saying yang tulus, yang ikhlas, dan tanpa pamrih yang telah diberikan sehingga saya dapat merasakan hangatnya kehidupan keluarga, arti  kehadiran dan sentuhan seorang ibu saat menimang, menggendong dan merawat dengan penuh kebahagiaan. Kehadiran seorang bapak yang selalu melindungi, setia menemani keluarga dengan penuh tanggungjawab. Saya belum bisa membalas semua perhatian, kasih sayang dan cinta yang telah bapak dan ibu berikan. Hanya ungkapan terima kasih yang sebesar- besarnya yang dapat saya haturkan.

Saya tidak bisa mengungkapkan semua ini dengan kata- kata, mohon petunjuk dan bimbingan dari ibu dan bapak untuk menjalani kehidupan baru nanti, saya selalu berdoa yang terbaik untuk ibu dan bapak dan memohon kepada Alloh SWT untuk memberikan kebahagiaan dan menambahkan kasih sayangnya sebagaimana ibu dan bapak berikan untuk saya. Sekali lagi, terimakasih ibu, terimakasih bapak.

Allohuma firli walli walli dayyah warhamhumma kamma robbaya ni shogiroh. Amin
Wassalamualaikum wr.wb

Tulisan tersebut di atas benar saya ucapkan saat prosesi akad nikah, dan saya benar- benar tak bisa membendung buliran kristal yang meleleh dari mata dan menganak ke pipi. Apalagi saya sengaja menyiapkan lagu "Bunda" karya Melly Goeslaw untuk dijadikan backsound saat mengucapkan permohonan doa restu tersebut di atas. 

Dan, adegan ini spontan-- alias tidak direncanakan hari sebelumnya. Di awal acara, saya hanya berpesan pada pembawa acara untuk memberi waktu sebelum sungkem. So, bapak dan ibu, bahkan keluarga besar benar- benar surprised dengan pembacaan permohonan doa tersebut diatas. Bahwasanya bagian ini hanya improvisasi saya, dan saya sangat- sangat memaknainya :)






19.9.11

yes, saya dilamar :)

Adegan 1#
10 April 2011

LAMARAN / TETEMBUNGAN

Seharian itu saya masih repot mengurus pesanan souvenir - yang alhamdulillah selalu lancar. Saking sibuknya, hingga saya tak menghiraukan dering dari ponsel saya. Hingga akhirnya hari beranjak petang dan saya baru cek ponsel saya. Di layar ponsel saya sudah ada puluhan missedcalls dan beberapa pesan singkat - yang beberapa diantaranya adalah dari kekasih hati :)

OWW, konten SMSnya mengejutkan sekali ... hohohoooooo

" Ling, bapakku nanyain nih, ntar malem bapak ibumu dirumah nggak? kita mau maen kerumah.."

dalam hati udah kepikiran yang 'iya-iya' , maklum, beberapa hari belakangan - tepatnya setelah saya lolos uji skripsi tanggal 8 Maret 2011- si doi itu ceramahnya selalu tentang lamar- melamar. Bukannya melamar pekerjaan loh, tapi melamar menuju pernikahan,  hehe. Intip nih disini salah satu adegan konyol di warung empek- empek Palembang daerah Sondakan. Jadi memang siang itu doi benar- benar excited banget mau melamar saya. hi hi hi

Saking kagetnya nih, saya sampai bingung mau bilang bagaimana sama ibu dan bapak saya. Antara grogi dan malu - malu gitu lah, he he he . Heran ya, padahal selama ini saya anak yang sangat extrovert kalau sama orangtua terutama sama ibu pasti deh semuanya diceritakan. Untungnya kemudian saya punya cukup nyali untuk mengutarakan isi SMS dari kekasih saya tersebut. Intinya saya memberitahukan kepada ibu dan bapak bahwasanya keluarga kekasih saya akan berkunjung kerumah. 

Ibu dan Bapak lumayan surprise juga sih, walaupun mereka sudah pernah ngajak ngobrol mengenai pernikahan, tapi mereka cukup terkejut dan tak menyangka keluarga kekasih akan kunjung secepat ini. Kunjung indikasi meminang, bukan ? he he he

Bapak dan ibu segera siap- siap cari tanggal - karena memang waktu itu mereka sibuk ngurusin laporan kantor. Nah, akhirnya dipilihlah hari Minggu tanggal 10 April 2011 karena kebetulan waktu itu rumah saya juga ada acara arisan rutin keluarga besar.
Saya sih manut aja sama orangtua, hari kunjung mau dibarengkan acara kumpulan rutin juga tak masalah, yang penting kan orangtua udah siap- siap, biar nggak malu- maluin gitu kalau sampai keluarga kekasih datang dan  rumah nggak ada makanan. ha ha ha 

Asli- acara menyambut hari kunjung sangat- sangat bikin grogi. Saya masih bisa merasakannya detik ini, bagaimana degub jantung saya seperti mau copot.. hah, ngalahin rasa stres waktu ujian skripsi lah.. padahal baru kunjung ya.. belum melamar beneran atau akad nikah.he he he

Dan yah, hari yang ditunggu akhirnya tiba, ba'da dzuhur, keluarga mas Bayu- kekasih saya, datang kerumah, kala itu rumah masih lumayan ramai, karena walau acara arisan keluarga sudah selesai tapi keluarga masih pada ngobrol ngalor- ngidul saling kangen kangenan. 

Adegan berubah sangat hening dan menegangkan tatkala bapak camer memulai acara..

deng- deng - deng...

"Bapak Ibu sedoyo keluargo... sakmeniko kulo bla bla bla..."

di cut yah, adegan ini pakai bahasa krama inggil yang saya sendiri sulit mengartikannya, intinya melamarkan putra pertamanya gitu lah. he he he 

Adegan mendebarkan diatas akhirnya usai sudah ditandai dengan jawab menjawab dari keluarga saya, oya, pada malam hari setelah hari itu, gantian keluarga saya yang kunjung ke rumah mas Bayu untuk memberi keputusan mengenai susunan acara dsb.
Haaaaaaaahh, capek deh, baru melamar aja ribet gitu ya, he he he
Tapi alhamdulillah semua berjalan lancar.. dan sejak hari itu kedua keluarga saling kontak untuk acara selanjutnya.

Sekian dulu ya cerita lamar- melamarnyaa...
Insyaallah besok dilanjutkan episode selanjutnya :)

8.6.11

romantis ituuuuu. . . . . . (part 3)

Saat acara wisudaku kamu tidak segera datang, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, acara pengukuhan pun sudah hampir kelar. Padahal kemarin kau sudah janji akan datang sekalian menjemput adikku dulu di sekolahnya. Aku tak berhenti mengirim pesan singkat ke nomor HPmu, berharap kau segera berkabar. 

Sebentar kemudian kau membalas salah satu pesan singkatku " Aku sudah join sama family". Sedikit lega, meski sempat jengkel. Hingga acara penguluhan paripurna, aku segera mencari sosokmu di parkiran mobil Fakultas Sastra. Kamu tersenyum lebar menyambutku yang berseragam toga. Tatanan rambutmu sangat berantakan, tapi cukup keren menurut penglihatanku. Bajumu rapi dengan kemeja hitam berdasi, tak seperti hari biasa yang awut2an. Dan sepatumu, sepadan dengan warna celana panjang, namun sayang, lagi- lagi kau lupa memakai kaos kaki.




Sementara itu setelah acara foto dan makan bersama keluargaku, kamu harus kembali ke kantor untuk bekerja. Dan aku pulang bersama rombongan keluarga termasuk adikku yang tadinya berangkat bersamamu.

Sepanjang perjalanan pulang, adikku menceritakan semua persiapanmu yang dinilainya berlebihan.

" Mbak, kamu tau, cowok paling ribet yang pernah kutemui di dunia ini cuma cowomu! ! ! ! ", begitu katanya mengawali cerita. "Masa yaaa, setelah dia sampe di sekolahku tu yang dilakukanny adalah memakai dasi, bersisir. Dan berkali~ kali merapikan baju." , lanjutnya. "Tak hanya itu, sesampainya di kampusmu, dia membuka helm dan selalu ngaca sambil terus-terusan bilang penampilannya berantakan... duuuhh, genit sangat deh, hahaa !" . Dan dari mulutnya yang mungil itu terus-terusan ia bercerita tentang kehebohan persiapanmu menghadiri momen spesialku. 

Dan romantis ituuuu .... adalah ketika aku mendengarkan ceritanya, sambil membayangkanmu

Thankyou, hanii, telah menjadi sangat spesial di hariku yang juga spesial :)


#Coba kamu rapi setiap hari, pasti ini tak akan jadi romantis lagi :P

16.5.11

Romantis ituu... (part 2)



Saat berlangsung wawancara kerja perusahaan bonafid yg telah menjadi idamanmu selama ini. Kamu dengan dandanan super rapi duduk menghadap seorang pria usia empat puluh tahunan berdasi maroon, top management-katamu. Proses wawancara berlangsung khidmat, sampai pada pertanyaan:

Beliau: "Anda bersedia untuk tidak menikah dulu selama setahun kedepan?"

Kamu: (tanpa jeda yg panjang) "Oh, maaf, Pak. Saya tidak bisa..

Saya sudah berjanji pada kekasih saya, saya akan menikahinya tahun ini, tepat di ulang tahunnya.. "

Usai wawancara selesai, kamu keluar ruangan. Sementara aku menunggumu di luar bersama sebuah Qur'an mini dan rintik hujan yang setia menemani. Kamu berjalan mendekatiku..

"Barangkali inilah kado terindah di ulangtahunmu nanti.. ", bisikmu lirih tepat di depan wajahku, senyum cerah tersimpul diantara dua lesung pipimu.

#me? SPEECHLESS @_@

24.4.11

Bromo, i'm in love

Foto ini diambil beberapa tahun yang lalu di Bromo. Dulu sebelum Bromo ngamuk, dulu pas kita berdua sama- sama belum sibuk, dulu pas kita berdua masih punya banyak waktu luntang luntung ikut touring bareng komunitas, tapi sekarang udah gak sempat dehhhh... yah, untuk mengurangi rindu touring-touring, upload foto ini aja deeeehhh...





Photo taken by : mas Aan SE
Edited by : Primawan Dwi

18.4.11

Romantis ituu...

Saat aku bilang : 'Hah! Alhamdulillah revisi selesai, akhirnya aku lulus juga..'.

Lalu kamu menyahut : 'Wow! Congrats!',

secepat kilat kamu meraih Handphone, menyentuh touchscreen sambil bergumam :
'Aku telepon Bapakku sekarang, biar besok Minggu ngelamarin kamu untukku'.



#walau kamu tak pernah memberiku sepucuk mawar (yang ada malah sebuket aster) atau tak pernah memberiku teddy bear mungil (yang ada malah setumpuk kemeja siap laundry)...  tapi tidak... taukah kamu, adegan ini yang kubilang romantis *_*

#wake up you might be dreaming... wake up you might be dreaming now............................................ 

19.3.11

tentang perempuan

Dia yang diambil dari tulang rusuk. 
Jika Tuhan memersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan.
Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.. hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya.
Sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu.
Kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan.
Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki.
Tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.
Tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.
Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya.
Kata-kata yang lembut.
Ungkapan-ungkapan sayang yang sepele.
Namun baginya sangat berarti, membuatnya aman di dekatmu..

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan.
Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang.
eperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan, yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang.
Jika lelaki berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya.
Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya.

Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki.
Apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu.
Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga.
Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada, karena ia lahir dan dibesarkan di sana dan karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. 
Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga, karena kau dan dia adalah satu, dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.
(kutipan dari catatan seorang teman)


^^ tulisan ini aku copas dari note seorang temen..
baca aja langsung bikin mrinding.. hmm, langsung imagine kalo saja yang nulis ini adalah.... hehe.. mustahil kali ya.. ^^


17.3.11

Lollipop Love

Tak pernah ku menyesal ku telah memilih dirimu..
Dengan perbedaan yg ada namun kita masih bersama..
Kadang aku yg selalu egois dan kamu yg selalu tak perduli..
Dengan sikapku yg tak mau tahu dan kamu yg tak bisa 'tuk mengalah..
Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Tak peduli saat senang dan saat susah,kita kan selalu menjaga..
Satu dua kali kita pernah saling membenci..
Ketiga empat kali kita juga saling tak bicara..
Namun tak sanggup ku berlama-lama dgn hari tanpa dirimu..
Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Dan bila bosan benci menghampiri,cinta kan membawa kita kembali :$

Kadang merah kadang biru kadang hijau dan ungu..
Berwarna warni ya cinta kita sayang..

just 'saling n jujur' ya saiaankk :$

27/02/2011
12.12
SMS dari hantuw keren


NAH, setelah sempat terkagum- kagum baca syair yang dikirim sang kekasih tersebut diatas, dan setelah diliputi ketidakpercayaan akan orisinilitas karyanya, akhirnya aku, dengan bantuan pakdhe Google menemukan source asli dari potongan syair yang dikirim si doi via SMS itu.. ini diaaaaa...



Cinta itu indah..
Saat kita senang atau saat susah..
[**]
Tak pernah ku menyesal
Telah memilih dirimu..
Dengan perbedaan yang ada
Namun kita masih bersama..
Kadang aku yang selalu egois
Dan kamu yang slalu tak perduli..i..i..
Dengan sikapku yang tak mau tahu
Dan kamu yang tak bisa tuk mengalah
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu menjaga
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
[***]
Satu dua kali kita pernah saling membenci..
Ketiga empat kali kita juga saling tak bicara..
Namun tak sanggup ku berlama-lama..
Dengan hari-hari tanpa dirimu..u..u..
Aku butuh teman untuk bicara..
Dan kamu selalu ada tuk mendengar..
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
[****]
Kadang merah kadang biru..
Kadang hijau dan ungu..
Berwarna warni cinta kita..
It’s like a lollipop, lollipop love..
It’s like a lollipop, lollipop love..
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
Oh love, lollipop love, lollipop love…
Love love, lollipop love
Oh love, lollipop love…

Owaaalaaaaaaaaahhh.. ternyata benar dugaanku, doi cuma kopas lirik lagunya mbak Nina Tamam dari album terbarunya di 2010. Ahahah... tapi, emang bener yah, lagunya enak, easy listening, n liriknya itu lo, gokil dan romantis abis, cucok dipas-in sama yang lagi pacaran. khas kita banget dehh.. hehe

dengerin nooh, DISINI



ASIIK , kan :)



  

4.3.11

Rumah Flanel Jelita


Tidak sedikit orang yang bertanya kepadaku, 'Kok bisa sih anak Sastra Inggris nyemplung di dunia bisnis kaya kamu?? Bisnis boneka lagi... kayaknya gak ada koneksinya deh'.. Dan jawaban yang kuberikan selalu sama : sebuah senyuman :)

Pertanyaan mereka memang menggelitik. Bagaimana ceritanya kok tertarik dengan flanel?? Kursus saja tidak...

Yah, siapa sangka, justru dengan flanel aku bisa selangkah lebih maju dan tentu saja tetap mandiri. 

Kadang inginnya tertawa sendiri, menertawakan bagaimana awal ceritanya hingga ide bisnis boneka lucu ini muncul. Oke, boleh jadi karya sastraku beberapa kali dimuat di media cetak, tapi untuk karya seni seperti ini, hm... benar- benar belum pernah bermimpi. Apalagi dengan jemari tangan yang sering dianggap ceroboh, awalnya aku tak yakin bisa mengembangkan kreatifitasku di bidang ini. Bahkan dulunya orang terdekatku sering menganggap boneka hasil jahit tanganku tak punya nilai jual sama sekali. 

Ya, karya perdanaku memang sengaja kukhususkan untuk lelaki spesial itu, sehingga dia pula yang sering mencela, mmm.. oke, harus kuralat, bukan mencela tapi mengkritik, mengomentari.. kurang begini, kurang begitu, yah.. memberikan masukan berarti agar karyaku bisa lebih BAIK lagi.. hingga pada suatu hari, ide itu lahir...


Bagaimana ceritanya?

Alkisah, sejak dulu aku memang hobi memberi surprise untuknya. Surprise yang tak pandang momen, selagi ada ide, aku selalu memberinya surprise. Seperti kala itu, tiba- tiba terbesit keinginan untuk membuat flanel miniatur dirinya. Lengkap dengan kostum basket favorit yang dipakainya saat pertama kali main kerumahku. Ya, aku ingat betul kostum yang ia pakai saat pertama kali menyambangi rumahku. Kaos merah, celana basket warna biru muda, tak lupa kutambah angka favoritnya: 20. Sim salabiiiiiiiiiim.... dalam semalam saja, aku berhasil mengekspresikannya dalam tampilan sebuah boneka. Taraaaaaaaaaaa....

my first handmade for him

Malam itu, aku tahu benar ia akan menyambangiku dirumah, oleh karena itu aku sengaja memasang boneka lucu itu di meja tamu. Jauh di lubuk hati, aku ingin membuatnya terkejut gembira oleh kelakuan perempuan yang menyayanginya ini. Jam yang berdenting bukan lagi sesuatu yang biasa, detak detiknya terdengar sangat keras saat aku menunggu kedatangannya. Sekitar setengah jam berlalu sejak ia mengirim sebuah pesan singkat 'i'm  on my way heading to your heart...'. akhirnya ia muncul di depan pintu dengan senyum tersipu malu. 

Aku sengaja muncul agak lama, membiarkan ia bercengkerama dengan si empunya rumah alias Bapakku. Sementara aku menyiapkan hatiku yang diselimuti perasaan tak menentu, ah, surprise memang kadang membuatku tampak lucu.

Tibalah ia masuk ke kamar tamu, dan aku menyambutnya dengan senyum. Dilihatnya boneka yang tadinya kusebut sebagai surprise itu....sekilas..

Aku sengaja mengajaknya terus bertukar cerita, lebih tepatnya menyembunyikan perasaan salah tingkah yang membuncah di dalam dada. Dan ohh... ia tersenyum. Fine.. aku suka senyumnya itu, mungkin sebuah apresiasi akan surpriseku malam itu. Tak berapa lama, ia menghentikan obrolan kami... waittt.. waittt...

' Ling, ini buat aku kah???', retoris, ia bertanya sesuatu yang sudah ada jawabannya.

' He'eh', aku mengangguk pasti, disertai rona pipi yang semakin menjadi.

' Hemm, boleh aku kritik ya??", tanyanya lirih, namun efeknya luar biasa perih.

' Boleh, boleh..', apa boleh buat, mengkritik adalah hobinya, jadi akupun sadar aku harus tetap menjadi wanita tegar seperti biasanya. Kukubur semua terka yang ada dihatiku, dari kritikannya sudah barang pasti ia tak begitu menyukai surpriseku kali ini... 

Wajahku beringsut, meski mulai kusut, tapi aku masih mendengar semua kritik dan saran yang ia kemas rapi dalam setiap kata halus yang ia ucapkan dengan hati-hati.

Aku tak begitu menyesalkan kegagalan malam itu, sehingga beberapa hari setelah itu, aku mempunyai ide baru mengiriminya dua batang coklat bersama dua boneka mungil ke meja kerja di kantornya. 

bro 1 and bro 2


Setelah semalam suntuk menyelesaikan jahitan tangan dua boneka lucu itu, pagi-pagi benar aku bangun, berharap tidak terlambat menitipkan surprise kecil itu pada satpam kantornya. Dingin pagi terasa hangat oleh ceria yang menggunung di diri ini. Dalam benak aku percaya, aku tak mungkin gagal menciptakan impression kali ini...

Sekitar pukul setengah delapan pagi, aku berkendara menuju kantornya yang berjarak sekitar 8 kilometer dari rumahku. Cukup jauh, tapi jarak tak pernah menjadi halangan bagiku tuk bertemu. Sesampainya di kantor, aku segera menitipkan bingkisan pada petugas security, tak lupa memberi pesan tertulis yang romantis abis. Ah, ini memang sudah menjadi hobi :)

Seperti harapanku, bingkisan sampai di meja kerjanya saat ia datang. Nice!

Aku menunggu, lama kumenunggu.. hingga siang menjelang ponselku tak kunjung berdering. Hanya sekali konfirmasi dari rekan kerjanya bahwa bingkisan telah diterima sejak pagi hari. Hatiku terbalut kalut, aku mulai takut surpriseku akan carut marut.

Sore menjelang, sebuah panggilan yang aku hafal benar bunyi ringtonenya. 

' Dear, i love you more...', ucapnya mengawali telepon.

' Heh?', jawabku singkat, agak malas berkata banyak, masih kecewa.

' Ling, you do a very good job. I really like your surprise. bla bla bla...', dan bisa disimpulkan... AKU BERHASIL ! 

Ia menyisipkan banyak komplimen pada karya handmade yang kunamai Bro 1 dan Bro 2. Sangat menggembirakan, aku puas dengan kerja tanganku untuk yang pertama kali.

Cerita tidak berhenti, setiap hari kurangkai model baru untuk menambah koleksi. Sebagian kreasi kuupload ke facebook. Tak kusangka, melalui jejaring sosial itu lah seorang teman lama tertarik membuka peluang usaha. Tak main- main, ia langsung memberiku kepercayaan menyelesaikan sekitar 25 buah boneka wisuda yang ia distribusikan ke koperasi kampusnya. Wow. Fantastis! 

Aku tidak menyia- nyiakan kesempatan tersebut. Dengan sepenuh hati, aku menerima pesanannya dan menyelesaikan pengerjaannya sendiri, sesekali bersama ibu yang bersedia membantu. Alhamdulillah, sejak pesanan pertama itu datang, pesanan- pesanan yang lain datang berurutan.. kini sudah banyak hasil kreasi yang kuselesaikan. Pesanan justru banyak berasal dari luar kota, bahkan luar pulau. Bahagia kini menyelimuti.. hanya berawal dari keisengan membunuh sepi, menciptakan surprise untuk kekasih sendiri, hingga kini melayani para customer yang BAIK hati. Alhamdulillahh.................

Sebagian hasil karya yang berhasil diabadikan sebelum terbang ke tempat si pemesan:

order by Karen Rangga- Depok
Order by Anis - Kartasura

Order by Dini- Jagalan

Order by Datik- Solo

Order by Vicky- Bogor

Order by Mita- Solo

Order by Shulby

Order by Nia- Solo

Order by Tiwi- Sukoharjo



TERTARIK MEMBERIKAN SURPRISE UNTUK YANG TERSAYANG DENGAN BONEKA LUCU SEPERTI DIATAS?
ATAU ANDA PUNYA DESKRIPSI KEINGINAN ANDA SENDIRI?

MARI SILAKAN ORDER DI RUMAH FLANEL JELITA

HUBUNGI  : 085647200900

ATAU VIA FACEBOOK DI : ikha.oktavianti@gmail.com

Kami tidak akan mengecewakan anda, karena semua pesanan kami jahit dengan cinta sepenuh hati :)

Wediombo with you...




Gemuruh ombak memenuhi telingaku. 
Tiada cahaya, hanya temaram purnama yang memandangku penuh tanya. 
Aku diam, mendengarkan celotehmu mengisi bagian lain di dalam otakku. 
Alunan-sebut saja lulaby-tak henti menemani-berbunyi. 
Aku dan jajaran aksara layar sentuh. 
Pikirku kian jauh, layuh, terbawa ombak yang sebagian lainnya berhasil berderak menjauhi pantai. 
Laut, deburan ombak, riak buih dan segala hal yang kulihat di sepertiga malam ini adalah kesatuan ramah tamah yang menyambutku. 

#Wediombo with you
23-10-2010


31.1.11

Aku Wanita Terkaya



Siang yang sangat cerah, dan aku sedang bertugas menjemput jagoan kita pulang sekolah.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, aku sengaja mampir dulu ke sebuah swalayan langganan kita untuk membeli beberapa kebutuhan. Di dalam swalayan, jagoan kita terus saja mengekor dibelakangku, ia layaknya bodyguard kecilku. Dan seperti biasa, dari mulut kecilnya itu terus-terusan terlontar pertanyaan yang ditujukan kepadaku. Pertanyaan yang selalu saja diluar tebakan kita. Pertanyaan yang kadang membuat kita berdua kewalahan untuk menjawabnya. Pertanyaan cerdas jagoan kecil kita :)

Siang ini, ia bahkan belum sempat bercerita mengenai pelajaran di sekolahnya, tapi bom pertanyaan sudah dimulai..

'Bunda, KAYA itu apa?', tanyanya saat kami berdua sedang asik memilih rasa es krim favorit di box freezer di ujung swalayan.

'KAYA itu ketika kita punya uang lebih, dan kita bisa memberikan sebagian untuk disedekahkan pada orang yang tidak mampu..', jawabku sekenanya, sambil sesekali memperhatikan tangan kecilnya ikut memilah- milah es krim cone yang menjadi favoritnya.

Mendengar jawabanku, ia terdiam sejenak. Berhenti memilah es krim dan mengeluarkan tangannya dari box freezer.

Setelah mengelap tangannya yang masih dingin itu dengan tissue, kemudian ia menggeledah tasnya sendiri. Mengeksplorasi setiap bagian tas bergambar robot itu.

Aku sengaja tak bertanya, kubiarkan ia sibuk menggeledah tasnya sendiri, sementara aku berjalan menuju bagian kasir.

Beberapa menit kemudian, ia berlari kecil menghampiriku yang tengah berdiri di deretan antrian depan kasir. Wajahnya murung. Sepertinya ia tak menemukan sesuatu yg dicarinya dari dalam tas.

'Sedih kenapa, mas?', tanyaku pada akhirnya. Tapi ia hanya diam, lalu menggeleng. Hingga akhirnya tiba giliranku membayar barang belanjaanku di kasir.

------------

'Bunda, bunda.. mas minta uang seribu rupiah ya..'', rengeknya tiba-tiba saat melihat petugas kasir menyodorkan beberapa lembar ribuan sebagai uang kembalian kepadaku.

'What's for, dear?', tanyaku setengah curiga, sambil kutatap wajah berlesung pipit itu.

'Mm.. Bundaa.. Sisa uang saku mas hilang.. Tadi... tadi masih ada di tas.. ', air mukanya berubah kecewa.

'Then?', cecarku.

'Mas ingin jadi orang kaya. Mas ingin memberi sisa uang saku untuk kakek yg diluar itu...', jelasnya sambil mengarahkan telunjuk ke arah pengemis tua berpakaian kumal yang duduk di depan pintu masuk swalayan.

Aku tersenyum sambil merogoh kembali beberapa ribuan dari dompet kuningku. Kusalurkan beberapa lembar rupiah ke tangan kanannya.

'Thank you so much, Bunda..', ucapnya sambil bergegas mendahului langkahku keluar dari swalayan.

Tepat di depan pintu, ia menghentikan langkahnya dan memberikan lembaran rupiah yang digenggamnya kepada pengemis tua itu. Kulihat ekspresi jagoanku berubah gembira.

_______



'Sekarang mas kaya ya, Bunda?', tanyanya saat kami berdua berjalan menjauhi swalayan. Aku mengangguk pasti. Tak ada rasa yang lain tersemat dalam hatiku kecuali rasa syukur kepada Tuhan karena memperkenankanku menjadi bunda dari jagoan kecil kita yang KAYA hatinya.

Alhamdulillah ^^



#adegan ini akan terjadi pada waktunya nanti, insyaallah :)
#terinspirasi dari beberapa adegan saat bersamamu beberapa waktu yang lalu :)


Kakek Pengemis di depan Swalayan