Showing posts with label MY Articles. Show all posts
Showing posts with label MY Articles. Show all posts

2.10.10

MANFAAT PISANG

Pisang sudah menjadi buah kegemaranku sejak bayi. Bahkan kata simbah putri, yang diamini ibu dan bapak, aku sudah addicted sama pisang sejak lahir usia 2 minggu. Haha. Lucu ya? Emang beruntung sih jadi bayi jaman dulu, ibunda belum mengenal aturan neko- neko mengenai waktu makan dan makanan khusus yang harus dimakan bayi. Coba bayi sekarang, harus puasa makan sampai usia 4-6 bulan baru boleh diberi makanan padat, sebelum genap usia itu ya hanya bisa merasakan ASI ekslusive. Lucky me!

Dan kenapa aku pertama kali dikenalkan dengan rasa pisang, mungkin karena tekstur pisang yang lembut ya, sehingga ibunda memilihnya sebagai makanan pertamaku saat bayi. Semakin besar, bukannya jadi bosan, tapi aku justru semakin suka makan pisang. Selain harganya ekonomis, mengenyangkan, ternyata pisang juga merupakan buah dengan manfaat sangat banyak. Berikut adalah beberapa manfaat buah pisang yang aku ambil dari jagad dunia maya ini: 





Pisang atau bahasa latinnya Musa paradisiaca, dikenal sebagai salah satu makanan super bagi para atlet dan pakar kesehatan. Kandungan tiga gula alami, sukrosa, fruktosa dan glukosa serta serat memberi energi untuk pembakaran energi selama 90 menit nonstop....Tapi, ‘penyumbang’ energi bukanlah satu-satunya manfaat buah pisang. Jenis buah tropis ini membantu mengatasi dan mencegah beberapa macam penyakit dan gangguan kesehatan. Sehingga diperlukan untuk menambah diet harian.

1. Anemia
Pisang tinggi zat besi yang merangsang produksi hemoglobin dalam darah dan membantu mengatasi anemia.

2. Tekanan Darah Tinggi
Buah tropis memiliki kandungan kalium yang tinggi tetapi rendah garam, sehingga sempurna untuk mencegah dan mengurangi tekanan darah tinggi. Badan Obat dan Makanan US (FDA) mengizinkan produsen buah ini mengklaim pisang menurunkan risiko tekanan darah dan stroke.

3. Meningkatkan konsentrasi
Kemampuan belajar siswa yang makan pisang saat sarapan dan makan siang terpacu karena kandungan kalsium tinggi dalam pisang. Kalsium berfungsi membantu meningkatkan konsetrasi dan kewaspadaan.

4. Sembelit
Tinggi kadar serat yang membantu menormalkan pencernaan dan membantu mengatasi sembelit tanpa obat-obatan laksatif.

5. Depresi
Para penderita depresi merasa lebih baik setelah makan pisang. Sebab, pisang mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah menjadi serotonin dalam tubuh untuk memberi rasa relaks, memperbaiki mood dan membuat bahagia.

6. Obat Mabuk
Cara termudah untuk mengobati rasa sakit dan mual akibat mabuk adalah dengan milkshake pisang dicampur madu. Pisang menenangkan perut dan madu meningkatkan kembali gula darah.

7. Penyakit Jantung
Pisang memiliki efek antasid, sehingga bila merasa hati seperti terbakar, makan pisang akan meringankan rasa sakit. Makan pisang secara teratur dapat mengurangi risiko stroke sebesar 40 persen.

8. Morning Sickness (Mual pada wanita hamil)
Mengemil pisang di antara waktu makan besar membantu menjaga kadar gula dan mencegah mual-mual pada wanita hamil.

9. Gigitan Nyamuk
Sebelum menggunakan krim anti-gigitan serangga, coba olesi bagian yang terkena gigitan nyamuk dengan bagian dalam pisang kulit pisang. Ini akan mengurangi pembengkakan dan iritasi.

10. Saraf
Buah pisang tinggi kadar vitamin B yang membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi stres dengan kandungan potasiumnya.

11. PMS (Nyeri haid)
Vitamin B6 dalam pisang mengontrol tingkat glukosa darah, yang dapat mempengaruhi suasana hati Anda menjelang menstruasi.

12. Merokok
Pisang juga dapat membantu orang yang mencoba berhenti merokok. Tingkat vitamin C, A, B6, dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek racun nikotin.

13. Pengendali Suhu Tubuh
Pisang berfungsi sebagai makanan ‘pendingin’ yang memperbaiki kondisi fisik dan emosional ibu. Pisang dapat menurunkan suhu dalam kandungan dan membantu bayi lahir dengan suhu tubuh tidak tinggi.

14. Maag dan Luka Usus
Pisang mencegah maag dan luka akibat gangguan pencernaan karena tekturnya yang lembut. Pisang satu-satunya makanan yang membantu mengatasi ulkus over-kronis dan menetralisir iritasi pada bagian dalam perut.

15. Obat Kutil
Pisang adalah obat alami untuk menghilangkan kutil. Letakkan kulit bagian dalam pisang pada kutil dan plester.

Nah, sekarang sudah tahu kan manfaat buah pisang. Oya waktu bayi sampai balita aku sering menang lomba bayi sehat loh! gara- gara pisang kali ya.. hehe

Mulai sekarang tidak perlu ragu lagi makan pisang, pertimbangkan buah pisang sebagai buah pendamping makanmu sehari- hari. Selamat mencoba :) 

16.9.10

Antara Aku dan Sandra (Sebuah Cerita Bersambung)


Antara Aku dan Sandra

“Setelah lulus, aku akan mengambil kuliah lanjutan di luar negeri…” begitu ucapnya tadi siang. Aku hanya mengangguk ketika ia mengucapkan keinginannya itu. Sungguh bukanlah sebuah impian tinggi bagi seorang Sandra untuk bisa mewujudkan keinginannya yang bagiku serasa mustahil itu. Sandra anak orang kaya, bapaknya pejabat tinggi di kota metropolitan sana, ibunya juga bukan sembarang ibu rumah tangga, beliau dari keturunan orang berada. Tak heran jika Sandra, teman dekatku itu, dari kecil sampai sekarang tumbuh sebagai si kaya tanpa cela. Di Solo ini, Sandra tinggal bersama neneknya, ia tak tinggal dengan orangtuanya di Jakarta karena ia lebih memilih hidup tenang di kota kecil yang damai seperti disini. Malam ini entah sudah berapa kali terlintas dipikiranku tentang Sandra dan kenikmatan hidupnya.
“Ah, andai saja aku juga terlahir dari keluarga kaya raya, pasti aku juga bisa dengan enteng bicara kuliah lanjutan diluar negeri,” gumamku  dalam hati, sambil menelusupkan jarum jahit pada kain flannel berpola yang kupegang. Minggu ini pesanan hiasan dari flannel sedang ramai, hingga belakangan aku kerap terpaksa tidak tidur untuk menyelesaikan pesanan. Meski yang terkumpul dari penjualan hiasan flannel itu masih uang kecil, tapi lumayan bisa menutup biaya kebutuhan hidup sehari- hari.
Beda dengan Sandra, aku memang terlahir dari keluarga yang diliputi kesederhanaan. Bahkan untuk urusan pendidikan, sampai detik ini Bapakku belum sempat menamatkan pendidikan S1 nya. Bisa dibilang sebuah keberuntungan karena dua puluh lima tahun silam beliau terjaring sebagai siswa teladan di sekolah kejuruan hingga kemudian mengantarkan beliau masuk sebagai salah satu tenaga pengajar berstatus Pegawai Negeri Sipil. Sementara ibuku sedikit lebih beruntung karena pada akhirnya dua tahun yang lalu beliau bisa menamatkan pendidikan kesarjanaannya. Aku tentu saja bangga, meski ibu meraih titel SP.d pada usia yang sudah kepala empat, tapi beliau masih bersemangat. Sama dengan Bapakku, Ibu pun juga sudah sejak dua puluh tiga tahun yang lalu terdaftar sebagai tenaga pengajar berstatus Pegawai Negeri Sipil. Yah, itulah kedua orangtuaku, bagi mereka, usia bukanlah halangan bagi siapapun yang ingin meraih cita-cita mulia. Pelajaran itu pula yang membuatku tetap survive sampai detik ini. Detik perjuanganku meraih gelar sarjana diusia muda. Meskipun banyak halangan dan kendala, tapi aku masih berharap bisa lulus sebelum tahun ini berganti.
Bukan hal yang baru bagi mahasiswa Sastra terutama Sastra Inggris, bahwa sistem kependidikan dan kelulusan di jurusan bersifat ekstrim dan berbeda dengan jurusan lainnya. Baik sistem perolehan nilai indeks prestasi maupun rata- rata lama studi, keduanya sama sulitnya. Bagiku, ini awalnya cukup menyiksa, mengingat banyak kawan dari jurusan lain sudah berkesempatan memakai toga di acara pengukuhan wisuda sarjana, sementara aku masih tertatih mengerjakan skripsi yang berulang kali harus revisi dan berulangkali pula harus nganggur karena ditinggal pembimbing kabur ke negeri tetangga. Namun itu dulu, sekarang aku dan semua teman jurusanku sudah hafal dengan keadaan dan kurasa cukup bisa legawa menerima kenyataan. Kalaupun masih saja ada yang menyindir dengan maksud memberi motivasi tapi melampaui batas, semuanya akan disimpan sebagai ungkapan perhatian saja. Ah, yang penting kan aku dan teman- teman seperjuangan di jurusan sudah mengerjakan sesuai prosedur jurusan.
Yah, beginilah aku, setiap kali bicara tentang kelulusan, setiap kali itu pula aku merasa perlu menjelaskan bahwa aku sudah melakukan apa yang dilakukan oleh mahasiswa yang ingin mempercepat waktu mendapatkan gelar kesarjanaan. Kalaupun banyak yang kecewa atau mencela karena keterlambatan yang memang sudah mentradisi di jurusanku ini, aku akan sangat paham.
Pikiranku kembali lagi menghadirkan Sandra dan kehidupannya. Beruntung benar ya, dia dulu masuk universitas ini lewat jalur swadana dan diterima di jurusan yang lumayan mudah prosedur kependidikannya. Mungkin juga predikat bapaknya yang pejabat itu memberi semacam ide atau inspirasi baginya memilih masuk jurusan Hukum. Ah, yang jelas pilihan Sandra kala itu adalah pilihan yang sangat tepat. Sama sepertiku, pilihanku mengambil kuliah di jurusan Sastra Inggris adalah pilihan yang beralasan dan aku mempercayai sebagai pilihan paling benar.
Aku dan Sandra sudah berkawan sejak SMP. Sandra seorang sahabat yang baik bagiku. Semua yang ada didirinya itu dambaan setiap gadis remaja, cantik yang natural, kulit yang putih bersih, rambut yang indah terawat, tubuh yang sintal semampai, serta senyumnya yang murah dan manis, aku berani menjamin siapapun yang melihat sahabatku itu pasti terpana. Meskipun ia dari kalangan orang atas, tapi tak pernah kutemukan sedikitpun bakat congkak di dirinya. Kalaupun ia pernah mengatakan cita-cita dan keinginan yang terlampau tinggi bagiku, tapi aku tak melihatnya sebagai sikap sombong, ia manusia normal yang mempunyai hak merencanakan masa depan sebaik mungkin layaknya orang kebanyakan.
Siang tadi memang aku dan ia janjian bertemu di sebuah warung makan sederhana favorit kita sejak SMA. Seperti sudah tidak bertemu dalam waktu yang lama, sehingga kami pun saling berbagi cerita hingga menyinggung cita- cita. Aku tak menyalahkan Sandra yang berbangga hati mengatakan Desember nanti dirinya sudah mendapat jatah kursi wisuda. Meskipun kala itu ia tak beruntung masuk universitas melalui jalur SPMB hingga terpaksa masuk melalui jalur swadana, itu bukan berarti ia tak pintar. Sebaliknya, ia sangat cerdas dan kukira bukan perkara yang sulit baginya meraih gelar sarjana secepat itu. Apalagi kudengar indeks prestasi komulatif kelulusannya mencapai rentang predikat cumlaude atau dengan pujian. Lengkap sudah bahagia dalam hidup seorang Sandra dimataku, termasuk cita- citanya mengambil kuliah lanjutan di negara tetangga itu.
Malam ini, dengan dibantu ibu, aku menyelesaikan hampir sepuluh hiasan flannel berbentuk boneka wisuda. Pekan depan memang ada wisuda periode pertama bulan September. Cukup menyenangkan mendapatkan pesanan cukup banyak dalam waktu seminggu ini, tapi juga menyedihkan karena boneka – boneka itu seakan mengingatkan perjuanganku mengejar wisuda. Ya sudahlah, semoga esok hari Dosen pembimbingku sedikit bersahabat denganku sehingga berkenan mempermudah jalanku untuk segera mewujudkan kelulusan yang didamba olehku dan semua orang yang menyayangiku itu.
Diam- diam aku mencuri pandang ke arah wajah lelah ibuku. Ia salah satu yang rasa sayangnya padaku tak pernah kuingkari. Wanita yang warna hitam pada rambutnya sudah pudar dan memutih itu tampak sangat letih malam ini. Namun jarinya masih cekatan menelusupkan jarum pada pinggiran kain flannel berpola. Ibuku memang luar biasa, meski hidup terasa semakin berat karena harga bahan kebutuhan yang selalu meningkat, tampaknya semangatnya masih berlipat. Tiada keluh kesah yang diucapkan, hanya senyum indah yang selalu bisa menghadirkan ketenangan. Aku sangat beruntung mempunyai ibu seperti beliau, meski bukan seorang ibu rumah tangga yang bisa mengawasi buah hatinya secara ekstra, tapi perhatiannya berkualitas luar biasa.
Sandra sering mampir kerumahku yang sederhana ini, ia bahkan sudah sangat akrab dengan keluargaku, dengan adik, bapak, dan ibuku. Sehingga apabila ada cerita tentang Sandra, mereka bisa mengikuti bahkan terkadang ikut menimpali. Namun malam ini aku tak bercerita banyak tentang pertemuanku dengan Sandra. Yah, aku tak ingin melihat ibu dan Bapak semakin berat berpikir tentang kesenjangan sosial yang semakin nampak diantara aku dan Sandra. Ibu hanya berpesan agar tetap berkomunikasi dengan Sandra meskipun kami sudah berbeda jurusan, lebih lanjut beliau berpesan agar kami tetap bersahabat meskipun nantinya jarak memisahkan kami karena pekerjaan. Aku diam saja dan mengangguk tanda setuju. Dalam hati aku berjanji, semua pesan ibu akan kuturuti. Sandra akan selalu menjadi sahabat baikku selamanya, meskipun diantara kami ada jenjang yang tak nampak. Pada ibu aku berucap, jika suatu saat jarak memisahkanku dengan Sandra, itu bukan hati kami yang akan merasa tetap dekat dan lekat. Lalu ibu tersenyum, sangat lega dan menenangkan.   





12.8.10

Singkong (Sebuah Pilihan Cemilan selama Ramadhan)


Merekam fenomena tingginya harga bahan makanan pokok di pasaran dewasa ini membuat saya tergerak hati untuk memanfaatkan bahan makanan pokok sederhana sebagai  bahan makanan pokok pengganti, utamanya beras. Saya memulainya dengan melirik potensi singkong sebagai salah satu bahan substitusi pengganti beras. Selain terdapat dimana- mana, mudah diperoleh, juga harganya sangat terjangkau untuk masyarakat dengan tingkat perekonomian rendah sekalipun. Singkong banyak ditemui di desa, tapi seiring berkembangpesatnya alat transportasi menuju kota, singkong bukan lagi menjadi komoditi yang sulit dicari.

Bila kembali mengingat pelajaran Sekolah Dasar beberapa tahun silam,  kita akan sadar bahwa sebenarnya singkong sudah sejak dulu diakui sebagai makanan pokok selain nasi oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya bagian umbi saja yang dapat dimanfaatkan atau dikonsumsi, namun daun, kulit dan batangnya pun dapat dimanfaatkan. Bahkan bila dapat mengolahnya dengan baik dan benar, bisa jadi hal ini merupakan peluang bisnis yang menguntungkan. 

Berdasarkan penyesuaian dari beberapa artikel yang saya baca di ranah dunia maya ini, pada dasarnya, umbi singkong diminati hampir di semua wilayah tanah air. Di beberapa daerah, singkong (manihot utilissima) dikenal dengan berbagai nama, seperti ubi kayee (Aceh), kasapen (Sunda), tela pohong (Jawa), tela belada (Madura), lame kayu (Makassar), pangala (Papua), dan lain-lain. Tanaman singkong sangat mudah tumbuh. Tumbuhan yang berasal dari Amerika Tropis ini banyak ditanam di pekarangan, tanggul, ataupun sawah. Cara untuk menanam tanaman ini, dapat dilakukan dengan stek batang singkong tua.

Lebih dalam, saya mengutip pernyataan pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma, yang menyatakan bahwa efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi. Untuk umbi singkong sendiri, memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun singkong mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batangnya mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.

Potensi dari tanaman singkong ini sangat beraneka ragam dan yang pasti kaya akan manfaat. Bila digunakan sebagai penganan dapat diolah menjadi keripik, kudapan, sayuran, tape, cake, puding, roti atau berbagai hidangan lezat lainnya. Selain itu juga memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Diantaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri dan dapat meningkatkan stamina. Bahkan singkong atau ubi kayu ini dapat juga dibuat tepung singkong yaitu tepung tapioca yang dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, karena tepung ini baik untuk pengidap alergi.

Saya sendiri telah mulai memperhitungkan potensi singkong dengan melakukan aksi yang kongkrit, diantaranya adalah mulai mengaplikasikan beberapa resep berbahan utama singkong. Berikut adalah salah satu resep yang sudah saya praktikkan di dapur saya.


Kue Klepon Singkong ala Chef Ikha Oktavianti





Bahan:
 
350 gram singkong parut
50 gram kelapa agak muda, parut
1 sendok teh pasta pandan
100 gram gula merah, iris-iris
1/4 butir kelapa agak muda, parut
1/4 sendok teh garam

Cara membuat:
  1. Kukus kelapa muda yang diberi garam. Sisihkan.
  2. Campur singkong, kelapa, pasta pandan. Aduk rata.
  3. Ambil 1 sendok teh adonan. Isi dengan gula iris. Rapatkan. Bentuk bulat. Kukus 10 menit.
  4. Gulingkan di kelapa parut kukus.

resep diatas diadaptasi dari artikel ini.


Demikian adalah sedikit informasi yang bisa saya bagi di bulan suci ramadhan ini. Resep diatas bisa dicoba praktikan untuk menambah semarak masakan yang disajikan di meja makan ketika berbuka maupun sahur. Sajikan selagi hangat agar lebih nikmat. Semoga bermanfaat. 

Sebuah Sisipan Ramadhan
Ikha Oktavianti

11.8.10

Tips Wanita Cantik!

Salon,

Kenapa ya tiba-tiba saya rindu merasakan kepala saya dicreambath, wajah saya dimasker, dan tubuh saya dipijit-pijit oleh yang ahli. 

Tapi kemudian saya teringat conversation saya dengan orang yang saya anggap sebagai my light guide beberapa waktu yang lalu. Tentang teori proporsi. Yang mana dalam hidup, termasuk dalam hal financial itu harus dimanage dengan baik dan yang baik itu selalu memperhitungkan teori proporsi.

Lalu dengan kondisi saya yang sekarang, saya masih mahasiswa, seorang pengangguran tak kentara, apakah saya bisa merasakan nikmatnya dimanja oleh kapster-kapster yang ahli dibidangnya?

Apakah jumlah input tetap yang saya dapatkan perbulan cukup menunjang guna memenuhi kebutuhan tersier itu?

Ah, saya kemudian sadar, ternyata saya kembali berkhayal, mungkin memang ada baiknya saya menunda hasrat kewanitaan saya. 

Lalu pertanyaannya tidak berhenti, 

Sampai kapan menundanya ya?

Apakah sampai beasiswa saya turun? 
Yah, dengar-dengar sih akhir bulan ini bonus atas prestasi kecil saya itu akan dicairkan, tapi toh masih kabar angin.

Sedangkan perawatan yang saya maksudkan ini benar-benar essensial. Kulit wanita kulit yang sensitif, apa masih bagus bila harus berlama lagi menunggu dirawat?

Disamping alasan perawatan diri, saya juga seorang yang ingin selalu tampil sebaik mungkin. Saya terhitung memperhatikan detail yang visible dalam diri saya. Saya tidak ingin terlihat tidak menarik, seperti visi yang saya tulis di kotak kecil berlabel 'sedikit tentang saya' di sudut atas blog saya ini; i wanna be a lovable maiden.
 
Kemudian saya kembali berpikir pada fitrah saya sebagai perempuan, saya benar-benar membutuhkan perawatan lahiriah setelah perawatan batiniah. Saya memutar otak agar saya bisa menyeimbangkan keinginan saya dengan teori proporsi financial yang belakangan saya anut.
 
Hmm, bukan hal yang mudah, banyak sekali hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang yang 'cantik'. Lalu saya mendapatkan ide ini, sebuah ide sederhana yang tiba-tiba terlintas di kepala saya.
 
Sebuah perawatan tradisional!
 
Ya. Saya memutuskan untuk memakai perawatan tradisional untuk tetap menjadi cantik & tentu saja lovable.
 
Saya menggunakan lulur untuk menjaga kesehatan kulit wajah dan tubuh saya. Saya menggunakan lidah buaya untuk menjaga kekuatan akar rambut saya. Saya merasa tak perlu lagi perawatan body massage, saya menggantinya dengan olahraga ringan, dan saya pilih senam, karena kebetulan ayah saya yang notabene guru olahraga itu mempunyai bejibun kaset senam. Biarpun pengganti body massage rada nyleneh, tapi cukup berhasil menggerakkan otot- otot tubuh.

Selain praktis, murah biaya, tentu saja karena perawatan yang saya maksud diatas bisa dilakukan sendiri kapanpun dirumah saya yang nyaman ini.  

Saya banyak mendapatkan informasi dari dunia maya ini, berikut beberapa tips yang saya dapatkan dengan bantuan google:

1. Lulur
Siapa sih yang tidak ingin punya kulit mulus dan lembut? Apa pun caranya, kadang orang malah bersedia ‘diapakan saja’ untuk memiliki kulit tersebut. Salah satu cara yang paling sederhana dan sudah jadi resep standar adalah luluran. Luluran memang bertujuan untuk mengikis lapisan sel kulit mati. Ibarat membuat ‘kerak’, mengangkat lapisan sel kulit mati tentunya akan membuat kulit menjadi lebih halus dan lembut.

untuk mendapatkan hasil maksimal, lulur tradisional sebaiknya tidak dilakukan sendirian. Tentunya agar semua bagian dari tubuh anda juga mendapatkan ‘jatah’ dilulur, dan tidak hanya terbatas bagian yang terjangkau oleh tangan anda.

jika anda malas ke salon untuk luluran tapi punya tempat lulur langganan yang dapat dipanggil ke rumah, luluran tetap bisa dilakukan dengan efektif. Tapi seandainya anda memang berniat untuk sekedar luluran sendiri tanpa harus ke tempat lulur, sebaiknya sih tahu urutan ritual yang harus dilakukan.

Simak tips berikut ini!

gunakan minyak urut khusus sebelum luluran dan pijat tubuh perlahan-lahan
setelah itu baru oleskan bahan lulur herbal dengan merata
biarkan mengering dengan mendiamkannya beberapa saat
bahan lulur tradisional yang sudah setengah mengering, bisa mulai diluruhkan. Caranya adalah dengan menggosok-gosokkannya pelan-pelan agar kulit tidak lecet.
setelah luruh, bilas permukaan tubuh yang diolesi lulur tadi dengan air hangat untuk membersihkan sisa kotoran bekas bahan lulur. Air hangat berfungsi untuk membuka pori-pori tubuh
kemudian siram tubuh dengan air dingin untuk menutup kembali pori-pori kulit.
untuk melembapkan kulit dengan sempurna, setelah dikeringkan, gunakan body lotion.Mendapatkan kulit halus dan lembut dengan lulur herbal bisa dilakukan satu kali dalam seminggu.

2. Lidah Buaya (Aloe Vera)

Lidah buaya terkenal untuk membuat rambut menjadi lembut sehingga rambut menjadi indah. Mungkin manfaat ini sudah kita dengar sejak kecil, kita sering dianjurkan menggunakan lidah buaya agar rambut indah. Itulah sebabnya banyak shampo yang menggunakan ekstrak lidah buaya dalam produknya. Manfaat ini didapat dari kandungan glyco protein. Bila Anda memiliki tanaman ini di rumah, Anda dapat memanfaatkannya dengan cara mengupas kulitnya kemudian menggosokkan bagian dagingnya ke kulit kepala dan rambut agar rambut menjadi subur dan indah.
Lignin merupakan kandungan yang terdapat di dalam daun lidah buaya yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit sehingga kulit tidak menjadi kering dan terjaga elastisitasnya, juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya alergi kulit pada pemakainya. Ditambah dengan kandungan antrakuinon dan asam amino yang akan sangat berguna bagi kulit karena membantu kulit untuk segera memperbarui diri untuk menghasilkan sel-sel baru dan dapat menghilangkan sel kulit mati. Daging dari daun lidah buaya ini juga memiliki tingkat keasaman yang sama dengan yang dimiliki manusia dan mampu meresap dengan baik ke dalam tubuh juga memiliki kandungan saponin yang dapat berfungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur. Penggunaan secara teratur dapat membuat kulit Anda sehat dan tampak cantik berseri. Anda juga dapat memanfaatkan aloe vera sebagai masker wajah, karena juga mengandung antioksidan yang mencegah penuaan dini.
Efek dingin dari jelly lidah buaya dapat menjadi pertolongan pertama saat Anda menderita luka bakar atau tersiram air panas. Dapat pula dimanfaatkan untuk kulit yang perih akibat sengatan matahari yang berlebih. Cukup tempelkan daging lidah buaya pada daerah yang terluka. Rasa dingin yang dihasilkan dari lidah buaya akan membantu proses penyembuhan.
artikel mengenai lidah buaya dikopas dari sini.


Yuhuu, menjadi seorang perempuan memang harus cerdas!


 



6.7.10

Kiamat Sudah Dekat

Ahah!
Setelah lama tak berkait- kaitan dengan dunia media cetak, akhirnya minggu kemarin berjodoh lagi dengan dunia wartawan :)

Jadi ceritanya begini, 
Pagi- pagi di hari Selasa (29/06/2010) aku dapat telepon dari wartawan Solopos, sebut saja mba Nad. Sebelumnya kita engga kenal deket, cuma gara- gara tipikal aku yang suka SKSD, (Sok Kenal Sok Deket) akhirnya kita jadi akrab. Kita ketemu kali pertama pas dulu ada seminar Internasional College di Novotel Hotel, lupa waktunya kapan. Dan setelah berbincang ringan, mba Nad ngasih aku nope dia.
Aku stay connected sama mba Nad lagi karena acara peliputan Akhirusanah murid2ku kelas VI tanggal 26 Juni kemarin. Kita belum sempat ketemu lagi sih, cuma lewat telepon aja. 
Nah, sebenarnya, pas dia telpon pagi2 di hari Selasa itu, kita rencananya mo ketemuan, cuma kita berdua on board terus, jadwal kaga match. Finally, mba Nad telpon aku lagi, dia memutuskan mo wawancara on phone aja. 

Pas di telpon, aku posisi pas di Solo Grand Mall, lagi sama ade. Nah ditengah keramaian SGM itu, akhirnya wawancara berlangsung by phone :)

Setelah berbasa- basi, wawancara pun dimulai, ternyata aku jadiin narasumber buat artikel rubrik Khazanah, Solopos. Khazanah itu sendiri adalah laman khusus yang hanya terbit setiap hari Jumat. Laman tersebut memuat konten artikel Islami. Dan kebetulan, edisiku adalah edisi tentang Kiamat. Aku yang pengetahuan agama nya se cethek ini ?! Wahahaaa.. but, I gave a try.
Inilah artikel hasil wawancara denganku yang dimuat di Solopos edisi Jumat (2 Juli 2010) Udah cari-cari edisi onlinenya, tapi berhubung koneksi modem yang menyulitkan, akhirnya kuputuskan rewrite sendiri.
Check this out! 

Berusaha siapkan mental


Seorang muslim harus percaya dengan adanya kiamat. Sebab, percaya kiamat akan terjadi merupakan salah satu dari rukun iman. 
Setiap orang pasti akan mengalami kiamat yang Sughra karena masing-masing individu bakal menghadapi kematian. Kiamat memang kerap menjadi sesuatu yang ditakuti orang. Kalau kiamat kubro belum tentu akan dialami semua orang. Baik kiamat sughro maupun kiamat kubro tidak ada yang tahu kapan terjadinya kecuali Allah SWT. Kematian seseorang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
Jika mendengar informasi tentang adanya ramalan kiamat, perasaan was-was pasti ada. Seperti adanya info kiamat 2012 dan lain-lain. Hal itu bukan berarti mambuat saya percaya akan ramalan itu. Namun, adanya ramalan itu justru seharusnya menjadi cambuk biar kita semakin raji beribadah dan berbuat baik.
Dalam menghadapi kiamat, kita memang perlu persiapan. Selain melakukan ibadah yang sifatnya wajib, akan lebih baik kalau memperbanyak ibadah sunnah. Saya sendiri berusaha mempersiapkan mental.
Saat ini saya sudah besar, sehingga bisa ikut membaca atau belajar dari buku-buku yang dibeli Ibu. Untungnya Ibu sering beli buku- buku yang berisi tentang cerita seputar hidayah.
Banyak sekali artikel atau tulisan tentang kiamat yang bisa kita petik hikmahnya dan dijadikan pelajaran.Solopos, Jumat, 2Juli 2010-nad


P.S: setelah edisi ini terbit, aku ngerasa perlu buka catatan mengenai kiamat, dan kutemukan kalimatku yang salah-salah. Itu yang kucoret itu paling fatal. huhuuuhuuu
Bukankah dalam al Qur'an ada firman Allah SWT yang isinya bahwa Ketika kiamat kubro, DIA akan membangunkan semua makhluk yang ada di bumi dan di langit.
Trus mengenai kiamat sughro, setelah kubuka lagi artikel-artikel mengenai kiamat, ternyata definisi dari kiamat sugro adalah kehancuran/ bencana yang disebabkan oleh ulah zalim manusia seperti tsunami, atau terpilihnya pemimpin yang tidak amanah.
 

haduuuhhh, salah deh.....
Astagfirulloh haladziiiim..

ternyata aku sangat miskin ilmu :(

25.6.10

Ariel oh Ariel.. Terimakasih, kau menyadarkan kami..

Gara - gara gaya bahasa tulisanku yang terakhir terlalu vulgar, aku jadi dapat komen dari banyak pihak. Ada yang bilang, gaya bahasa tulisanku 'ngariel'. 
'Ngariel', kata mereka sudah bisa mensubtitusi kata 'mesum'. Makin kreatif aja anak muda jaman sekarang, suka bikin vocab baru. Kasian kan para ahli bahasa kita, yang udah susah payah berkonferensi buat menyempurnakan isi kamus EYD. Dimana donk rasa hormatmu pada mereka wahai anak muda??! Haha
 
Nah lo, denger nama Ariel, jadi tergelitik juga nih buat bahas kasusnya, yang kalo Om Tukul bilang 'fenomenal, bombastis, spektakuler, Luaarrr Biasa'.
Mengingat tiap hari dari yang baru buka mata, sampai ntar malem mo merem yang dimediakan cuma Ariel, Ariel, Ariel.. oh Ariel...(ngiler, ngiler, garuk tembok, jedotin jidat)
Sampai adek ku yang paling imut dan sok innocent itu tanya : 
'mbak, mbak, film nya Ariel itu apa nyaingin filmnya Twillight sih ?? Penasaran deh pengen download.. '
Sambil ngelus jidat, aku mikir : Gosh, anak ini perlu di waspadai juga kalo lagi menginvasi laptop sama modem.

Anyway, maklum juga sih kalo adekku yang slama ini kukira sangat polos itu mulai penasaran sama videonya Ariel. Gimana engga, liat deh, media selalu saja menggembar-gemborkan kasusnya, bukannya cuma 'memberitakan' tapi kesannya malah 'mem-blow up' informasi biar jadi 'WoW'.

Tapi, emang deh harus diakui, peran media itu sangat-sangat-sangat major di jaman yang hi-tech ini. Bayangkan, kalo mereka sedikit saja mengubah informasi, informasi-informasi penting bisa jadi gak penting, and vice versa. Singkatnya, mereka mempunyai semacam 'power' untuk melakukan 'blow up' suatu informasi, sekaligus melakukan 'deleting'.
Haduh, haduh, sekarang kudu hati-hati deh sama wartawan. Sedikit saja ada salah sama mereka, bisa-bisa jadi 'nitemare'. Sedikit hiperbolis, tapi liat aja tuh , dulu ketika status Twitter Luna Maya mendiskreditkan profesi mereka. See, mereka jadi semangat banget memperkarakan kasus-kasusnya. 

Makanya, engga heran kalo gaji wartawan di western sana udah nyaingin gaji dokter disini. Apalagi kalo artikel yang mereka buat itu bisa membius pembaca dan menciptakan rating tinggi. Huhh.. benar- benar, the power of media dah. Meski begitu, engga semua wartawan kaya gitu, banyak kok dari mereka yang bekerja berlandaskan kejujuran, mereka menyampaikan pesan pada masyarakat sesuai dengan fakta. Dan sejak kecil sebenarnya aku juga punya cita-cita jadi wartawan. Alasannya, karena jadi wartawan itu enak, kemana-mana dapet fast and free akses (haha, dasar muka gretongan). Pengen kaya Reporter Nababan yang bisa masuk ke Gedung Putih buat mewawancari Om Obama secara face to face (mupeng mode:ON). 

Tapi sayang, cita- cita mulia itu ditentang berbagai pihak karena pertimbangan resiko. Hiks!

Back to main topic, sekarang pertanyaannya adalah:

Kenapa ya yang berbau 'sex' itu selalu jadi 'hot issues' ?
Buktinya, video-nya Ariel yang berdurasi paling banter 8 menit itu bisa jadi trending topic sampai ke manca.
keren boooo', didalam negeri bisa ngalahin kasus Gayus, di manca bisa ngalahin World Cup fever. Thumbs up deh buat bang Ariel (sepuluh jempol kambing kudisan).
Dan berikut sekaligus alasan, mengapa judulnya harus berterimakasih pada Ariel..

Menurut saya, jawaban dari pertanyaan diatas kurang lebihnya adalah sbb:
1. Karena kurangnya pendidikan moralitas bagi anak bangsa Indonesia.
2. Karena kurangnya pendidikan seks, dan seks itu masih dibilang tabu.
3. Karena semakin jamannya maju, semakin besar coriousity masyarakat, dalam hal apapun termasuk seks, alhasil sekalinya ada pelanggaran yang terkait dengan seks , langsung deh booming.
4. Karena emang bawaan orok, orang suka nggosip and suka ngomongin boroknya orang lain. Jadi ya gini ini, jadi gencar tuh video mesum yang durjana.
5. Karena pada dasarnya seks itu topic yang hot ya, jadi emang, secara alamiah ya bakalan jadi hot. (jawabanku mulai melenceng, haha)


nah, kalo sekarang diurai jawaban diatas, maka akan didapat analisis sbb :
1. Pendidikan moral bagi anak itu sangat penting. Kenapa? Karena semua hal dalam hidup ini selalu berkaitan dengan moral, akhlak, budi pekerti. Disini, pendidikan moral bisa ditanamkan sejak kecil, sejak dari lingkup keluarga. 
Pendidikan moral itu bukan hafalan kaya rumus matematika, tapi lebih ke pengertian. Pengertian yang menekankan bahwa semua hal itu selalu dinilai. Dan penilaian itu hanya ada dua, penilaian baik dan penilaian buruk. Oleh sebab itu, baiknya kita menjaga diri untuk selalu berperilaku baik agar kita juga dapat penilaian baik, baik oleh Tuhan YME maupun masyarakat. Salah kaga yaaa aku mendeskripsikan pendidikan moralnya... udah browsing di wiki, tapi dapetnya malah tahap perkembangan moral.

2. Karena TABU, Harus TAHU! Kebetulan nih, aku baru aja selesai baca bukunya Novita Pratiwi itu. Warnanya pink mencolok, gambar cover booknya lucu, animasi cewe cuma pake tanktop kliatan puser lagi niup kondom bocor. Judul sama covernya attractive, jadinya pengen baca (sometimes, aku penganut, judge a book by its cover). 
Isinya cukup 'membekali', intinya emang pendidikan seks itu sangat crucial buat perkembangan anak, mulai dari bayi. 
Coba deh, inget ibu kita dulu jawab apa ketika kita tanya: bu, kok mas Adam punya belalai ya? kok adek gak punya? (haha dasar odong- odong cerdas)... 
inget-inget lagi deh, jawaban ibu waktu itu 'menjawab' pertanyaan kita gak sih? kalo 'menjawab' berarti beliau sudah menanamkan pendidikan seks kepada kita sejak dini. Tapi kalau belum, giliran kita besok nih, jangan sampai engga punya jawaban buat anak kita ya...(ayoo calon bunda cerdas, buka kamus sex terms mulai sekarang)

3. Pernah engga sih, mencari benang merah antara perkembangan jaman dengan coriousity terhadap seks? Kalau aku, jawabannya adalah 'sering'. hahaha
Eits, jangan menghakimiku dulu ya.. 
Simple ajalah, dengan asumsi : jaman yang semakin maju, ditandai dengan akses internet yang mudah dijangkau everywhere, everytime, maka wacana berikut bisa jadi renungan bersama dalam kaitannya dengan seks coriousity. 
Berdasarkan petikan ceramah Pak Kepala Puskom UNS (aku lupa namanya) waktu briefing SoloDestination Comitee, beliau mengaku prihatin sekaligus kecewa berat ketika mengecek main server internet di Puskom. Sambil berdecak beliau bilang, hampir 80% mahasiswa yang datang dan mengakses internet di Puskom itu hanya membuka situs tak layak akses.  Apa mereka engga tau kalo semua alamat yang mereka klik itu ada yang ngecek? Selamat dapet malu deh, buat yang baru tau..
Pendapat beliau ini, sekaligus menguatkan pendapat pribadiku tentang seks dan jaman yang semakin maju. Dulu, jamannya jadi operator warnet, aku sering ngeluh sama temen kerjaku yang dapat shif malem; 
temenku itu namanya Elvis, tapi aku suka manggilnya kopete (istilah sofware messenger kalo pake linux) aslinya dari Manado, jadi dialog berikut berlogat Manado yang unik (lucu dan udik, :P);

aku : Kopetee, heran deh aku, tiap siang kok sepi amat ya warnet kita ini, bisa- bisa   
        potong gaji terus kalo kita gak dapet target harian...(gejrugjegruggulunggulung)
Elvis : Calm down, cik.. Ntar malem gue genjot inputnya biar targetnya kena kejar...
        (sambil senyum2 licik)
aku  : Emang kau punya strategy apa lagi, Kopeteee?
Elvis : Itu, lo share aja dokumen sama kompie nomer 1, tapi inget jangan jerit-jerit yaa..
        (sambil nunjuk2 bilik no1)

Dan betapa terperanjatnya aku, ketika mendapati puluhan Video Ngariel di hard disk kompie no.1 tsb. Kata si Kopete sahabatku itu, kalo malem emang suka rame,  karena user pada donlod blue film. Aku melongo.. 
So what da ya think? semakin maju jamannya, semakin laris konten seksnya. 

4. Sadar engga sih, kalo emang kenyataannya kita suka banget sama yang berbau gosip?? Udah ngaku aja deh, kebukti kan, kemarin pas panasonic awards yang dapet rating tinggi malah acara infotainment2. Hahaaa.... Itulah manusia... gajah di pelupuk mata gak kliatan, kuman yang disebrang lautan kliatan jelas karena dikupas tuntas setajam silet :)


5. Oke oke, jawaban nomer ini, biar kalian yang menganalisa sendiri :)


Dan mengapa kita harus berterimakasih pada boomingnya video Ariel ?
Karena dengan boomingnya video yang dia buat itu di masyarakat, kita jadi sadar, betapa kita sangat kurang membekali diri kita dengan pendidikan moral, serta pendidikan seks tentunya.

Diary of an ordinary
25/06/2010
Ikha Oktavianti

4.6.10

PEMIMPIN PILIHANKU

PEMIMPIN PILIHANKU

         Sejak tadi aku sudah menyiapkan beberapa pertanyaan yang akan kuajukan kepada Bu Ari, guru PPKn di kelasku. Mungkin, bagi yang sudah beberapa kali mengalaminya, pertanyaanku bisa saja dianggap sepele. Tapi bagiku yang baru menapaki usia ke-17 –yang notabene kali pertama bisa ikut berpartisiasi dalam Pilpres- semua masih tampak samar-samar.
          Ya, sampai saat ini aku belum punya gambaran sama sekali tentang figure  presiden yang akan kupilih besok. Sudah beberapa kali aku mencoba mencari tahu tentang sosok-sosok tokoh pasangan calon presiden dan wakil presiden itu lewat berita di Koran atau di televisi. Namun, sungguh sulit menentukan figure mana yang paling pas kucoblos besok. Semuanya sama baiknya.
        Bel berdentang dua kali menandakan saat istirahat tiba. Bu Ari mengakhiri pelajaran dengan senyum ramahnya, kemudian mengemasi buku-buku di meja dan melangkahkan kaki meninggalkan ruang kelasku. Dengan segenggam pertanyaan, aku mendekati Bu Ari. Kukejar dia yang berjalan menuruni tangga.
        “Selamat siang, Bu. Bolehkah saya bertanya sedikit?”
        “Boleh. Apa ada pelajaran yang nggak kamu ketahui, Nis?” jawab Bu Ari sambil menoleh ke arahku.
       “Bukan, Bu. Saya ingin bertanya tentang penggunaan hak pilih dalam Pilpres besok. Begini Bu, bulan lalu usia saya sudah memasuki 17 tahun. Berarti bulan September nanti saya bisa ikut nyoblos dong, Bu?”
       “Iya, kamu bisa ikut andil dalam Pilpres tahap terakhir nanti. Agar kamu bisa ikut nyoblos, kamu harus minta kartu pemilih tambahan ke kelurahan dimana kamu tinggal, melalui Ketua RT.”
       “Lalu, kira-kira siapa yang pantas dicoblos, Bu?”
     “Saya nggak bisa menentukan pilihanmu. Saya juga tidak bisa mengharuskan kamu memilih Capres yang saya pilih. Saya hanya bisa menyarankan, pilihlah Capres yang sesuai dengan hati nurani kamu, Anis.”
       “Maksudnya apa, Bu?”
       “Anis, untuk mewujudkan cita-cita Negara yang berdemokrasi, Pemerintah Indonesia memberi kesempatan kepada rakyatnya untuk memilih figure pemimpin yang pantas memimpin negara ini. Yah…melalui Pilpres itulah kita dapat memilih langsung siapa yang kira-kira pantas memimpin negara ini. Sesuai dengan hati nurani kita, maksudnya adalah menurut kata hati dan pengamatan kita selama ini, sudahlah tentu kita punya seseorang yang klita pandang mampu untuk menduduki kursi presiden, bukan karena janji-janjinya yang muluk atau karena kecantikan atau ketampanannya lho…,” Bu Ari tersenyum sambil mengelus kepalaku.
      “Lalu karena apa, Bu?” aku minta penjelasan beliau yang lebih rinci.
     “Yah…mungkin karena kepandaiannya dalam mengatasi suatu masalah atau karena peran sertanya dalam membangun negeri ini.”
     “Lalu dari mana kita bisa tahu sejauh mana peran serta para Capres dalam membangun negeri ini, Bu?”
    “Bukankah ada sarana informasi yang sekarang sudah merambah ke masyarakat luas, Nis? Misalnya melalui TV, radio, Koran, majalah, atau bisa juga dari internet, bukankah bagi gadis seusia kamu sudah sangat familier dengan media internet? Makanya kalau ke warnet jangan hanya membuka situs porno yang bisa merusak jiwa kamu yang masih remaja atau situs yang tidak ada manfaatnya, tapi bukalah situs yang menyediakan informasi tentang perkembangan pemerintahan negeri kita. Ya, kan?”Bu Ari kembali melempar senyum ramahnya kepadaku, aku sedikit kena sentil atas keterangan Bu Ari, karena aku sering ke warnet untuk sekadar chatting dan berkirim email bahkan sesekali membuka situs-situs yang nggak ada manfaatnya sama sekali buatku.
       “Iya juga sih Bu, kenapa saya harus susah-susah cari sumber informasi mengenai para Capres ya, Bu. Padahal kan di sekeliling kita sudah banyak menyediakan informasi mengenai para Capres pada Pilpres nanti, lagipula sekarang banyak selebaran yang memberitahukan tentang visi dan misi para Capres…”aku menyadari kebodohanku.
       “Nah…itu juga penting. Kita juga harus mengetahui visi dan misi para Capres kita, misalnya tentang bagaimana cara mereka membawa negara ini di kemudian hari…tapi jangan langsung terhanyut di lautan janji yang digembar-gemborkan…kita juga harus pandai-pandai menilai mana janji yang sekiranya bisa dipercaya jangan asal pilih karena janjinya yang bisa membuat kita terlena, tapi kita juga harus memikirkan akan sisi buruknya.”
      “Wah ternyata menggunakan hak pilih itu juga harus hati-hati ya, Bu? Salah-salah kita sendiri yang akan menuai hasilnya,” aku sedikit berkesimpulan.
      “Nah, sekarang sudah paham bukan?”
     “Iya Bu…makasih ya Bu…berkat penjelasan Ibu, saya jadi tahu cara memakai hak pilih secara tepat.”
    “Iya…sama-sama. Lagipula sudah sepantasnya saya sebagi guru menjelaskan apa yang tidak diketahui muridnya,” Bu Ari kembali mengelus kepalaku.
       Kami berpisah di lantai bawah karena Bu Ari melangkah menuju kantor gur u, sementara aku meneruskan langkah menuju kantin Mbok Yah untuk membeli donat meses kesukaanku. Hingga tak terasa waktu istirahat sudah habis dengan ditandai berdentangnya bel dua kali. Kulangkahkan kaki menuju ke kelasku untuk menerima pelajaran selanjutnya.
      Legalah hatiku setelah menerima penjelasan dari BU Ari mengenai prosedur pemilihan presiden secara langsung yang baru kali pertama dilangsungkan di negaraku. Semoga besok aku dapat menggunakan hak pilihku dengan baik dan benar sesuai hati nuraniku.


Tulisan ini telah diterbitkan oleh
harian Solopos
pada Minggu Wage, 19 september 2004
Ditulis ulang oleh penulis asli:
Ikha Oktavianti

SEGITIGA


SEGITIGA   CINTA

         
          Aku masih bingung dan nggak enak sama Ningsih, sobat karibku itu. Gimana tidak , soalnya pacarnya yang bernama Indra itu tiba-tiba penuh perhatian padaku. Berawal dari acara nonton bareng yang notabene acara hari jadian Indra dan Ningsih. Ningsih memperkenalkan Indra sebagai pacarnya. Acara perkenalan yang sewajarnya, Ningsih tampak dengan mesranya menggandeng Indra. Aku nggak tahu pasti siapa Indra. Tapi dari cerita Ningsih di kelas,yang hampir setiap hari bercerita membangga-banggakan Indra, aku yakin Indra adalah laki-laki yang baik.
          Singkat cerita, entah angin apa yang membuat Indra begitu berbeda jauh. Ningsih bilang, akhir-akhir ini dia sering menanyakan aku. Aku paham bagaimana perasaan Ningsih saat itu.  Sejak saat itu, aku khawatir Ningsih akan salah paham.
          Aku semakin bingung dan serba salah , karena diam-diam Indra berani  menulis surat cinta untukku. Tapi nggak pernah kuhiraukan , entah dia sudah nulis berapa kali dan aku nggak pernah membalasnya. Hingga pada suatu malam , ya Tuhan beraninya dia datang kerumahku, sendirian lagi.
          “ Ada perlu apa kamu kemari ?! “, tanyaku sedikit gugup karena nggak percaya  Indra akan senekat itu.
          “ Kenapa surat-suratku tak pernah kau balas, Nis ?” katanya.
          “ Tidak dan tidak akan pernah !!”, jawabku tegas.
          “ Tapi, Nis …. “, rayunya.
          “ Kau tahu kan , Indra, Ningsih itu pacarmu dan dia sahabat karibku, mana sekelas lagi! Jadi nggak mungkin aku mengkhianatinya. “, jelasku.
          “ Kamu harus tahu , Nis. Aku sebenarnya nggak bahagia di sampingnya , dia itu orangnya keras kepala, suka ngatur, dan maunya menang sendiri, jadi rasanya aku nggak bisa jalan dengan dia seperti ini “, katanya.
          “ Maafkan aku Indra, meskipun kau paparkan kejelekan Ningsih dihadapanku setinggi gunung, aku nggak mungkin merebutmu darinya. Apalagi aku sudah lebih lama mengenalnya daripada mengenalmu. Aku lebih tahu siapa Ningsih daripada kamu“.
          “ Tapi, Anis. Bila aku disampingmu , aku merasakan lain. Aku bisa tenang dan damai disana”, kata Indra.
          “ Tidak Indra, apapun alasannya aku tetap tak bisa menerimamu. Jadi tolonglah aku , Ndra. Jangan kejar aku dan jangan harapkan apapun dariku, aku tak ingin dan nggak mau terbawa dengan masalahmu.” kataku.
          Kulihat Indra pergi dengan sejuta kekecewaan . Tapi itu lebih baik daripada aku bernasib sama seperti Ningsih. Dasar laki-laki.
          Sejak saat itu , kita nggak pernah lagi bertemu. Komunikasi antara kita terputus, dan hilang begitu saja, tanpa meninggalkan sisa. Hal yang sama terjadi juga pada Ningsih, hal yang kutakutkan selama ini ternyata menjadi kenyataan. Ningsih sedikit demi sedikit menjauhiku. Hingga kejadian siang itu, aku melihat Ningsih duduk melamun menatap kearah luar kelas, dengan segenggam keberanianku aku mendekatinya.
“ Ning, boleh aku tahu kenapa akhir-akhir ini kamu menjauhiku, apa salahku, Ning ?Atau kamu baru ada masalah ? Ayolah , Ning. Cerita sama aku “, kataku.
“ Jelas ini gara-gara sikapmu sama Indra, Nis !! Kamu tahu kan siapa Indra ?! Dia pacarku, Nis ,tapi teganya kau rebut dia dariku !”, pernyataan Ningsih benar-benar membuat telingaku memerah. Mataku terbelalak. Kulihat buliran kristal-kristal halus mencair dari kelopak matanya. Ningsih mulai menangis. Aku semakin bingung, bagaimana cara menjelaskan semuanya kepada Ningsih.
“ Ningsih, aku tak pernah bisa mengerti apa maksud Indra selama ini. Dia datang kepadamu memberi sejuta harapan. Tapi, disisi lain , Indra datang kepadaku menjelek-jelekkanmu. Dia mengungkapkan rasa cintanya padaku lewat lembaran-lembaran kertas yang nggak pernah kuhiraukan. Tapi kini kau menjauhiku dan menuduh aku telah merebutnya darimu.” aku berusaha menjelaskan. Tapi aku nggak bisa melanjutkan kata-kataku, karena aku tak kuasa menahan air mata. Dadaku sesak oleh tuduhan Ningsih.
Namun ironisnya, sampai saat ini Ningsih masih nggak bisa percaya atas kejujuran yang telah aku ungkapkan. Seiring berjalannya sang waktu, Ningsih lebih memilih untuk menjauhiku. Tanpa ada sedikit waktu untuk merenungkan arti sebuah sahabat . Dan kini, aku pun hanya melewati jam istirahat bersama sepi. Tanpa canda tawa di antara aku dan Ningsih.



                                                          Oleh :  IKHA OKTAVIANTI

Guruku Cakep Sekali !


GURUKU  CAKEP  SEKALI !

          Aku masih sibuk dengan sarapanku, ketika motor dinas ayah sudah siap mengantar ke sekolah baru. Aku baru sepekan yang lalu pindah Solo karena urusan dinas ayah. Oleh karena itu pula, aku harus pindah sekolah.
          Di sepanjang jalan menuju sekolah baru, mulutku masih komat-kamit menghafalkan kalimat-kalimat perkenalan nanti. Hingga kurang lebih sepuluh menit kemudian, aku sudah berada di depan gerbang masuk SMA Widya Dharma. Sebenarnya bukan perkara besar bagiku untuk melafalkan kalimat-kalimat perkenalan dengan baik. Pasalnya pengalaman sering pindah sekolah membuatku semakin lancar bermain kata-kata perkenalan. Tapi kali ini mungkin beda dari yang lalu, karena kali ini aku pindah sekolah di SMA yang notabene adalah sekolah unggulan di kota Solo.
          Bel masuk sekolah kemudian berbunyi. Aku kembali merapikan baju seragam dan menata rambut panjangku yang sedikit acak-acakan karena angin dalam perjalanan menuju sekolah tadi. Tanganku sedikit gemetar ketika Bu Niar memanggilku untuk masuk kelas dua F.
          “ Anak-anak, di kelas ini akan ada siswa baru, namanya Eska. Tapi untuk lebih jelasnya saya akan memberikan waktu kepadanya langsung untuk berkenalan dengan kalian. “ Bu Niar menyilakanku untuk mulai bicara.
          “ Selamat pagi teman- teman! Namaku Ni Made Eska. Aku berasal dari Bali. Aku pindah ke Solo karena urusan dinas ayahku. Semoga teman-teman mau menerimaku untuk belajar bersama di SMA Widya Dharma ini. Terima kasih”. Sebuah perkenalan yang singkat dan berhasil menyulap suasana kelas menjadi riuh. Tapi kemudian Bu Niar segera meredakan suasana kelas.
          “ Anak-anak! Bagi yang ingin berkenalan dengan Eska lebih jauh, saya berikan waktu nanti pada jam istirahat. Dan sekarang silakan Eska duduk di meja nomor dua itu, disamping Anis.” Bu Niar kembali tersenyum ramah kepadaku sambil menunjuk kursi kosong disamping gadis manis berkerudung yang juga menyambutku dengan senyum ramahnya.
          Hingga kemudian bel istirahat berbunyi. Anis menawarkan sebuah roti lapis legit yang baru saja dia ambil dari tasnya. Sebuah awal perkenalan yang tidak kuduga sebelumnya. Sepanjang waktu istiharat aku bersama Anis di dalam kelas saja. Menikmati lezatnya lapis legit dan bercerita lebih jauh tentang diriku.
          Sabtu yang mulanya kupikir akan membosankan, karena ada pelajaran olahraga. Diawali dengan ganti baju olahraga. Huh! Mana seragam olahragaku belum ada. Kami kemudian berkumpul di lapangan untuk melakukan pemanasan. Dan………….ah! pekerjaan yang paling membosankan karena harus menunggu pelatih olahraga yang katanya masih mengambil peralatan lompat jauh. Apa ?! Lompat jauh ?! Olahraga yang sangat aku benci, karena tahun lalu tulang kakiku retak saat pengambilan nilai lompat jauh di sekolah yang lama.   
          Sebentar kemudian, sosok tegap itu kudapati berlari kecil kearahku dan siswa yang lain yang sedang melakukan pemanasan. Badannya atletis, dan kedua mata elangnya tajam menatap ke arahku.
          “ Maaf, saya sedikit terlambat. Tapi…”, sebelum suara lantangnya selesai berucap, aku sadar sedari tadi dia menatapku yang memakai kaos oblong biasa, bukan seragam seperti teman-teman yang lain.
          “ Saya siswa baru, Pak! Dan saya belum mendapat seragam olahraga yang baru”, aku menjawab tatapannya. Tatapan yang seketika itu pula menghilangkan kebencianku pada pelajaran olahraga dan lompat jauh.
          Lelaki berusia sekitar duapuluh lima tahunan, yang berpostur tubuh atletis dan memiliki mata elang tajam itu ternyata adalah guru olahraga di sekolah baru ini. Guru yang membuatku bersikap lebih semangat saat mendengar kata ‘olahraga’.
          Anis membuyarkan lamunanku dengan tawa cekikikannya itu.
          “ Duh, lagi mikirin yang disana atau yang barusan hayo…….?”, Anis menyindir.
          ‘Yang disana’, maksud Anis adalah Petra, pacarku yang kini berada di Bali. Sedangkan ‘yang barusan’ , maksud Anis adalah Pak Abi, guru olahragaku itu. Pertanyaan yang membuat tawa kami berdua pecah.
          “ Sudahlah ngaku aja, sudah banyak siswi yang klepek-klepek karena tatapan guru muda itu….kamu juga kena, kan ? “, Anis meneruskan kata-katanya ditengah tawanya. Aku masih tertawa lepas, diantara menghindar dari pertanyaan Anis dan menyadari kebenaran kata-kata Anis.
          Siang yang panas, di halte depan sekolah. Aku berdiri menunggu bus yang seharusnya menggantikan ayah untuk mengantarku pulang. Siang ini ayah ada rapat penting di kantornya, jadi tidak bisa menjemputku pulang sekolah, sebagai gantinya ayah memberiku ongkos naik bus.
          Tapi kemudian Pak Abi berhenti tepat di depan halte tempat aku berdiri.
          “ Menunggu bus atau jemputan, Eska ?”, tanyanya tiba-tiba.
          “ Menunggu bus, Pak! Karena ayah nggak bisa jemput” jawabku sedikit canggung.
          “ Mau pulang bareng saya ?”, Duuh…..benarkah aku tidak bermimpi ? Benarkah guruku yang cakep itu menawariku boncengan di motornya ?.
          “ I… iya,Pak! Tapi … apa nggak ngrepotin nih, Pak ?” , jawabku gugup. Senyumnya mengembang diikuti gerakan tangannya yang mengisyaratkan agar aku segera membonceng di motornya.
          Hmm…perjalanan pulang sekolah yang menyenangkan. Karena ternyata Pak Abi sangat ramah sekali. Di sepanjang jalan, dia bercerita tentang berbagai tempat yang indah di kota Solo ini. Hingga akhirnya pintu gerbang rumahku tampak di depan. Setelah berterimakasih kepada Pak Abi, aku segera masuk rumah.
          Hari demi hari kulalui dengan senang di sekolah baru ini. Belum lagi cerita tentang Pak Abi yang sering mengantarkanku pulang. Dan wajah cakep Pak Abi, yang tidak begitu saja larut dalam hari-hariku. Cerita-ceritanya, senyumnya dan apapun yang ada dalam dirinya selalu terekam dalam ingatanku. Sepertinya sudah ada benih-benih asing yang tumbuh subur di hatiku. Tapi kadang aku tersadar akan posisiku saat ini. Aku murid dan Pak Abi adalah guru olahragaku. Tidak mungkin aku menyatakan perasaanku pada Pak Abi, sekali lagi aku adalah muridnya. Meskipun aku sering membuat puisi untuknya, tapi puisi itu hanya kusimpan dalam laci belajarku.
          Hingga suatu hari, Pak Abi tidak kutemui di sekolah. Kudengar sudah tiga hari dia absen mengajar. Padahal sebelumnya Pak Abi tidak pernah absen mengajar. Dalam hatiku sering berkecamuk tanya besar mengenai keadaannya. Jangan-jangan Pak Abi sedang sakit dirumah…
          Pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan kubiarkan terlalu lama menghinggapi hatiku. Kemudian aku memutuskan untuk pergi kerumah Pak Abi bersama Anis. Yah…sekedar memastikan keadaan Pak Abi.
          Setelah melalui jalan yang lumayan jauh, akhirnya aku dan Anis sampai di rumah bercat biru itu. Ada taman kecil di depan rumah, memberi kesejukan tersendiri bagiku. Anis mencocokkan alamat Pak Abi dengan rumah di depan kami. Kemudian Anis mengangguk pasti.
          Setelah memencet bel, kulihat sosok Pak Abi membukakan pintu dari dalam.
          “ Hey, Eska dan Anis….” , kalimatnya masih menggantung tapi jabatan tangannya memastikan bahwa keadaannya baik-baik saja. Pak Abi menyilakan kami masuk.
          “ Bapak baik-baik saja, kan ? kami kemari karena ingin memastikan keadaan Bapak. kenapa Bapak nggak masuk sekolah, Pak ?”, Anis memulai pertanyaannya. Sebelum Pak Abi menjawab, tiba-tiba terdengar lengking tangis seorang bayi dari dalam rumah. Pak Abi tersenyum…
          “ Itu dia…sebentar ya…”, kemudian Pak Abi masuk. Sebentar kemudian keluar lagi, kali ini Pak Abi menyambut kami dengan seorang bayi di pangkuannya.” Tiga hari yang lalu istri saya melahirkan…”.
          Tubuhku bagai terkulai lemas. Aku tercengang. Ternyata Pak Abi sudah punya istri dan tiga hari yang lalu dia menjadi seorang Bapak. Anis menatap kearahku…masih dengan tatapan ibanya Anis mengusap punggungku.
          “ Kalian mau menggendongnya ?”, Pak Abi kembali tersenyum ramah. Tapi kali ini senyuman itu tidak istimewa lagi bagiku.
          Setelah berbasa basi kemudian Anis tau diri, dia segera berpamitan dan mengajakku pulang. Di perjalanan pulang, Aku dan Anis tak mengeluarkan sepatah katapun. Kami terlarut dengan pikiran kami masing-masing, tentunya masih dengan topik guruku yang cakep itu.


                                                                            
                                                                             
Written by : Ikha Oktavianti