Showing posts with label kisah kuliah. Show all posts
Showing posts with label kisah kuliah. Show all posts

12.3.11

curhat ngasal

Udah malem sih sebenarnya, dan kerjaan juga masih banyak yang harus selesai besok.. revisian sidang kemarin belum juga disentuh, tapiiii tangan ini gatal sekali pengen pijetin keyboard.. heheeeeeee

Yea, time really flies..

Ternyata sibuk sekali ya diriku ini, sampai gak sadar bahwa sebenarnya aku sudah semakin tua, hiks hiks..
bukan .. bukan usia yang kutangisi, tapi aku menangisi waktu- waktu yang sepertinya terbuang percuma. Iya, ini yang aku rasakan sih.. walaupun tiap kali aku menyesali sang waktu, masih saja ada banyak alasan yang menyadarkanku untuk bersyukur bahwa aku beruntung.. 

Beruntung karena masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar di usiaku yang sudah matang ini. Ih, bicara matang usia, jadi keinget kejadian- kejadian yang menjadi trending topic dalam hidupku belakangan ini. Ahihiiii..

Cerita ah...
Diawali dengan kesibukanku di dunia bisnis, hm... sampe tiap hari ada aja yang order tapi kutolak tolak gara-gara bulan ini udah overloaaaaaadd nih orderan. pusyinggg- pusyiingg.. maaf ya para pelanggan, saya cuma gak mau nanti hasilnya jadi ngasal :(

Parahnya, aku baru sadar ternyata cari karyawan jahit itu susahnyoo minta ampyun, huft, apa gara-gara informasi lokernya kurang menyebar ya? hmm, ini nih.. PR yang sampe sekarang belum selesai.. baru juga ada 2 pegawe, kemarin pas order mbludak malah dianya pulang kampung, tinggal satu sekarang, dan pekerjaan masih numpukk.. capek tenan, tapi gembira dan tetap maksimal mengerjakannya :)

Dilanjutkan dengan proyek menulis, ah........ yang ini rasanya pengen banget teriak HORE! 
Apa sih impian Ikha Oktavianti selama ini? jawabnya masih konsisten : MENULIS- MENERBITKAN BUKU.

Nah, alhamdulillah, proses yang aku usahain selama ini mulai kelihatan hasilnya, semakin dekat dengan mimpi dan obsesiku yang satu itu.. bocorannya sampe segini dulu aja hihiii.. semoga segera bisa melihat namaku tertulis di cover depan sebuah buku, semoga saja segera terwujud. amin :)

Oya, setelah cukup legowo dengan perjuangan yang panjang dan melelahkan dalam menyelesaikan skripsi, akhirnya Selasa, 08 Maret 2011 kemarin aku LULUS sidang skripsi, alhamdulillah bisa lulus meski banyak revisi sana sini, ya untuk pekerjaan yang nyaris tanpa bimbingan, lumayan lah.. cerita detailnya ntar deh aku tulis lagi, soalnya banyak temen yang request minta ditulis di blog, hihiiiiiii malu sih adegan-adegan deg2an itu, tapi gak papa berbagi pengalaman. Suka gak percaya bisa lulus di urutan nomer 3 setelah Elsa dan Nia. Tapi yaaaa.. sebanding dengan perjuanganku wira wiri ke kampus, rajin melek ngerjain skripsi, mangkas jam ngemall, nyita waktu pacaran, hihihiiiii... yang pasti banyak berjasa dalam hal ini sebenarnya kekasih hati, berikutnya orang tua dan camer.. haduuhhhh, kalo gak gara-gara mereka selalu nanyain kapan wisuda dan kapan kawin, udah jelas detik ini aku masih berleha- leha menikmati santainya menjadi mahasiswa. hahaha.

Eh sampai bahasan kapan kawin, oopsie oopsiee.... maksudnya kapan nikah, nah langsung deh   jadi pengen ketawa.. hmm, sudah lulus, sudah ada bisnis kecil-kecilan, apa lagi yang dibicarakan???? 

YAH, MENIKAH!

haduuh, ini benar- benar jadi trending topic paling maknyooss hari- hari terakhir ini, mana bapaknya mas Bayu udah nanyain, bapak ibuku juga pengennya cepet, apalagi mas Bayunya itu ngotot aja pengennya.. fiuuuuuuuhh, emang nikah gampang apa, masss?? aku kan pengennya punya kantor duluu, sayang :( 

nah lo nah lo...

Oke, malam ini harusnya aku gak begadang, besok udah ada jadwal kunjung kerumah bapaknya mas Bayu, mau diajakin maen ke Jogja.. hihihi, tiap minggu diajak maen mulu nih sama Bapak, asikk asikkk.. hihihiii 

Gut nite :)


diary of an ordinary 

Ikha Oktavianti
March 03 '11
2:02 am






19.12.10

Bisnis Terbaru gueee ini !

Lama ngilang dari sini, aku terlalu sibuk sama kualitas hidupku.Ya, benar saja, sapa sih yang nggak boring nunggu dosen pembimbing hijrah ke LN dan membiarkan skripsiku keteter? hm..

Kesal pastinya iya, jadi semakin bingung kan mau ngapain.
alhasil, berkat kreatifitasku di saat- saat kepepet gini, muncullah ide bisnis ini..

Jeng jeng ..!!!









"Boneka Flanel Pre order"

pesan sesuai karakter yang kamu inginkan :)
Cocok Buat kado unik yang different...

Tinggi boneka : 17 cm,
Box : 20 cm

Harga : Rp 30.000 ( + Box )

Pesen :
- Komen di FB
- Message ke inbox
- Sms 085647200900 ( no call )
atau 
" Flanel boneka wisuda "











Cocok Buat Souvenir Wisuda...

Tinggi boneka : 17 cm,
Box : 20 cm

Harga : Rp 25.000 ( + Box ) + Rp 2.000 ( tambah papan nama )

Pesen :
- Komen di FB
- Message ke inbox
- Sms 085647200900 ( no call )
 
sebenernya masih banyak macem yang udah di order, cuma camdig mendadak ngadat rusak. yawes.. ini dulu aja.. sapa aja yang minat , feel free to order yak :)
 
 

12.10.10

Halal bihalal ED 06



Lupa deh ini acaranya kemarin tanggal berapa. yang jelas mereka ternyata masih saja sama gilanya kalo lagi ngumpul.. hehe

Apalagi bahas siapa yang lulus duluan, kayaknya masih pada sayang sama kampus sastra hingga belum ada satupun diantara kita yang lulus di semester 9 ini, hahaha



English Department 2006

I love you all, guys!

Ayo segera lulus, bareng-bareng juga gapapa deh ,, hehe
yang jelas tetep kompak yah :)

16.9.10

Legowo (curhat lagi)

Ada satu hal yang benar- benar membuatku terusik beberapa bulan terakhir, lebih tepatnya enam bulan terakhir. Hal yang harusnya bukan menjadi masalah berat bagiku serta orang- orang disekitarku. KELULUSAN. Yah, siapa sih yang tidak ingin segera lulus dan menyandang gelar sarjana? Dan pertanyaan tersebut kemudian akan berlanjut sampai ke persyaratan lulus. Hm, agaknya memang inti dari tema yang mengusikku belakangan adalah persyaratan kelulusan itu sendiri, alias skripsi.

Bagi kalian yang sedang dalam proses mengerjakan skripsi, jadikan tulisan ini menjadi motivasi untuk terus berusaha menulis dengan baik. Atau setidaknya tulisan ini akan menjadi jawaban sekaligus penjelasan mengapa sampai sekarang aku agak 'ketinggalan' dalam hal kelulusan dibandingkan dengan beberapa teman DARI FAKULTAS SELAIN SASTRA INGGRIS. Aku memang sengaja mempertebal tulisan tersebut, karena selanjutnya aku akan berbicara berdasarkan konteks situasi dan kondisi.

Sampai sekarang, aku selalu bersyukur bahwa aku termasuk orang yang beruntung namaku terpampang di deretan yang diterima menjadi mahasiswa di koran pengumuman penerimaan SPMB beberapa tahun silam. Meskipun bukan pada pilihan yang pertama, setidaknya aku bersyukur bisa terdaftar menjadi salah satu mahasiswa di salah satu jurusan favorit di sebuah universitas negeri di kotaku: UNS- Sastra Inggris. Jurusan yang kuambil memang bukan jurusan rekomendasi Bapak Ibuku. Bahkan mereka sebenarnya menyarankanku untuk mendaftar jurusan kependidikan saja. Pertimbangan kedua orangtuaku tersebut cukup tak beralasan dan mudah dipatahkan. Mereka merekomendasikan fakultas keguruan karena trah keluarga besarku notabene keluarga yang berdarah kependidikan. Maksudnya, dari keturunan simbah kakung-putri, mulai anak-anak serta menantu hingga cucu-cucu, hampir semuanya adalah tenaga pengajar semua, komplit dari yang guru TK, sampai Dosen, tak terkecuali ibunda dan bapakku adalah guru semua. Mulia bukan? Ya, sangat mulia dan membanggakan, karena dengan menjadi tenaga pengajar, otomatis kita mendapat dua berkah sekaligus, ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Mengapa bisa begitu? Karena menjadi tenaga pengajar itu selain mendapat gaji yang tetap (bahkan sekarang progresif), juga mendapat pahala yang tak pernah putus. Masih ingat kan, pelajaran agama, bahwa orang mati akan meninggalkan segala hal kecuali 3 amalan, yaitu, amalan doa anak sholeh, amalan jariyah, dan ilmu yang bermanfaat. Bila jadi tenaga pengajar, bukankah ilmu yang kita tularkan menjadi amalan yang tak pernah putus? Subhanallah. Allahu'alam bi shawab.

Namun, bukan aku kalau tidak ngeyelan. Tanpa mengingkari penjelasan mengenai amalan ilmu yang bermanfaat, kupikir semua orang bisa menjadi tenaga pengajar alias guru, tanpa perlu mengambil jurusan dengan spesifikasi kependidikan, dengan begitu kupikir akan lebih flexible jika aku memilih jurusan non kependidikan saja. Sehingga dengan segala pertimbangan yang diliputi konsekuensi aku tak menghiraukan rekomendasi Bapak Ibuku. Jangan dikira aku cuma awut-awutan nulis pilihan jurusan, meskipun aku anak pertama, dan kedua orangtuaku adalah orangtua yang memberi kebebasan penuh pada anaknya, tapi aku bertindak selalu dengan pertimbangan dan tentu saja tanggungjawab. Sejak dulu aku sangat terobsesi bisa abroad, entah urusan pendidikan atau pekerjaan, atau sekedar liburan. How Cool!!. Maka dari itu, kedua pilihan jurusanku pun kubuat yang mendekati dan memberi peluang mewujudkan obsesiku tersebut. Ujungnya, kala itu aku menulis Sastra Inggris UNS sebagai pilihan kedua setelah Ilmu Hubungan Internasional UGM.

Rupanya Alloh tidak memberiku kesempatan untuk bisa belajar di Kota Pelajar Jogjakarta, mungkin karena pertimbangan biaya serta jarak ya, sehingga Alloh memberiku kesempatan untuk kuliah di lokal Solo saja, tanpa perlu biaya kost, tanpa perlu jauh dari keluarga. Hm, Alhamdulillah.

Kini, setelah menempuh delapan semester, Alloh tetap memberikanku pelajaran- pelajaran manis dan berharga. Apalagi kalau bukan perkara kelulusan. Bukan masalah besar sebenarnya bila aku terpaksa harus mengambil semester sembilan guna melengkapi syarat kelulusanku. Namun, tampaknya beberapa orang terdekat menganggap hal ini sebagai masalah yang mengkhawatirkan. Hal itu kurasakan karena terkadang motivasi yang mereka berikan, sindiran yang mereka luncurkan, serta  hujan pertanyaan mereka kepadaku mengenai kelulusanku itu sudah melampaui batas... bukannya aku terganggu dengan pertanyaan atau sindiran atau motivasi yang mereka berikan, hanya saja aku merasa cukup tertekan dengan semua itu. Semoga aku masih bisa berpikiran positif sehingga masih bisa mengucapkan terimakasih yang tulus kepada mereka karena sudah bertanya tentang kelulusanku, kuanggap semuanya wujud dari perhatian mereka padaku.

Sedikit ingin berbagi saja, dan ingin memberitahukan bahwa akupun sudah berikhtiar dalam hal penyelesaian skripsi yang merupakan syarat mutlak kelulusan. Namun, ada saja yang kurang, tampaknya ini bukan lagi kesalahan personal,  mahasiswa sastra inggris lain hampir kesemuanya mengalami nasib serupa denganku. Ini kesalahan sistem dan harusnya segera dirombak. Mulai dari skripsi yang baru boleh diambil setelah semester delapan, sampai perkara dosen yang cukup sulit ditemui karena sebagian besar dari beliau itu sibuknya minta ampun serta idealis sekali pemikirannya. Bayangkan saja jika semester delapan mahasiswa sastra inggris baru bisa mengambil skripsi, padahal pengumuman pembimbing belum dibuat, dengan begitu, dengan siapa kami mengkonsultasikan judul dan ide skripsi yang akan kami tulis, wahai Bapak Ketua Jurusan Sastra Inggris? Untuk hal idealisme, memang tidak bisa dipungkiri, semua dosen Sastra Inggris adalah lulusan dari universitas luar negeri, bahkan ada sebagian dari mereka yang sampai sekarang masih kuliah luar negeri sambil dilajo, alias terbang sana sini untuk menyelesaikan doktoralnya. Ajiiib kan? Bisa dibayangkan betapa idealisme serta mobile-nya beliau itu mutlak sangat mengganggu ide penyusunan skripsi kami para mahasiswa sastra inggris.

Kata orang, pembimbing sangat berperan dalam nasib kelulusan.
Nasib teman saya, ada yang pembimbingnya meninggalkannya sampai dua bulan, tiga bulan, bahkan berlama lama di di negara tetangga untuk mengejar beasiswanya. Sampai pas balik lagi ke Indo, beliau lupa sama draft skripsi yang dulunya sudah diaccept, akhirnya teman-teman saya itu harus kelabakan cari ide baru yang kata beliau harus up to date. Ow ow ow. Am sorry to hear that, pals :(

Beda lagi bagi mereka yang mempunyai pembimbing dengan tingkat sensitivitas tinggi, bahkan untuk telepon aja tidak bisa langsung bicara, melainkan harus meninggalkan pesan kepada istrinya atau mailbox atau inboxnya. Dan malangnya, nampaknya pesan- pesan teman-temanku tidak sampai tujuan sehingga teman-temanku harus menunggu pertemuan tanpa kepastian... ditunggu di depan kantorpun, beliau acuh. sungguh kesiaan kamu, bebs :(

Aku sih cukup beruntung yah, punya pembimbing yang doktoralnya cukup di Malaysia, jadi meskipun ditinggalin terbang sana sini terus, paling tidak frekuensinya bisa kuperkirakan, paling yaa sekitar 3 minggu per bulan lah. Masih bisa ketemu sebulan sekali kalau beliau tidak absen karena masih jetlag. Dan tentunya sangat beruntung karena beliau tidak terus-terusan mencacat ide skripsi saya. Dulu sih dua kali sempat dapat ignorance karena beliau menganggap sistem pengumpulan data yang kuusulkan melalui Discourse Completion Test kurang valid, sehingga yaa, aku harus bikin lagi ide baru, yang kedua beliau menganggap ideku too broaden, jadi harus dipersempit, dan akhirnya scope skripsiku sekarang lebih simple dari sebelumnya. Wuuu... kereeen Bapak dosenku yang satu ini :)

Alhasil, karena kendala pada sistem seperti uraian diatas, tertulislah di buku- buku kenangan wisuda bahwa average kelulusan sarjana sastra dan seni rupa UNS adalah yang paling lama, yaitu rata-rata 5 tahun 5 bulan dengan average IPK kelulusan hanya 3,11. Kalau tidak percaya, pinjam kenalan, atau buka buku kenangan wisudamu, lalu lihat dan bandingkan angka average kelulusan sarjana sastra dengan sarjana lain, ambil contoh di fakultas ekonomi, average kelulusan hanya 3 tahun 11 bulan dengan average IPK 3, 24 berdasarkan buku kenangan wisuda UNS periode I tanggal 2 September 2010. Check it out! Ayoo kalian para mahasiswa ekonomi dan fakultas lainnya, kalian bisa lebih mudah mengejar impian kalian lulus cepat dan cumlaude, karena sistem pendidikan di fakultas kalian sangat bersahabat sehingga peluang kalian lebih besar!

Kini, aku sendiri sudah menginjak semester sembilan dan masih berkutat dengan perbaikan skripsi dan persiapan mental untuk pendadaran beberapa bulan mendatang, targetku sih mundur lagi karena bapak dosen sedang sibuk akhir- akhir ini. Namun hal ini bukan masalah lagi bagiku, yang penting aku sudah ikhtiar dan menjalankannya sesuai prosedur. Banyak yang off plan sih, sehingga resikopun harus diambil, apalagi seorang mahasiswa normal kan kuliahnya cuma delapan semester. Maka dari itu, sesuai perjanjian dengan orang tua, dan menggenapi konsekuensi di awal, mulai harus lepas biaya kuliah berikut biaya akomodasinya. Okedeh, aku tanggung jawab dengan pilihanku, semester sembilan aku mulai membayar sendiri biaya kuliah berikut biaya pembuatan skripsi, serta biaya akomodasi. Cara mendapatkannya? Yaa, aku harus putar otak agar rupiah bisa mengalir ke rekening. Alhamdulillah (lagi) aku termasuk beruntung dapat beasiswa, jadi biaya kuliah tak jadi masalah, tapi untuk biaya akomodasi yaa, tanpa ijazah sarjana, aku tetap berusaha mengasah kemampuan survival. Tetap mencobai berbagai bisnis yang tampaknya menarik dan mempunyai peluang. Jelita adalah cikal bakal bisnis yang kutekuni, sekitar empat tahun silam aku mulai menggunakan nama cantik tersebut sebagai label setiap usaha kecilku, Jelita Rent Comp, Jelita Cell, Jelita Collection, Jelita Shopinline, dan yang terakhir dalam proses adalah Jelita Accesories. Tampaknya ini nilai besar dan berharga yang bisa kupetik dari keputusan Alloh mengantarkanku pada setiap detik hidupku hingga sekarang ini, detik perjuanganku untuk menjadi maju, mandiri, dan patuh dengan konsekuensi :)

Alhamdulillah masih bisa survive. Thanks God :)

 
 
 
 
 
Life is what you make it !
This is my life. So enjoy this way!
 

21.6.10

Another Spirit

Another Spirit


Aku sedang meringkuk di depan balok kaca,
Memintal aksara terserak di kepala,
Menenun kata dengan segala daya,
Kali ini bukan untuk mengutarakan canda atau cinta,
Ini semata perkara syarat kelulusan sarjana sastra..

Kukibarkan kemenangan atas kemalasan yang merajuk sepanjang hari,
Kuteriakkan semangat untuk sebagian akal yang ingin mati,
Kunikmati hening malam ini demi sebait terminologi menyusun sebuah skripsi..

12.50
08/06/2010


repost from my personal note
ikha oktavianti

2.6.10

Give 5 away !

This is why I am interested to conduct a research about speech act of compliments for my undergraduate thesis. 
All I know that I've been feeling the different sense of my life after I did this research. 
After read this, I hope you 'll practice to give 5 away compliments a day!

Compliments are a simple, yet powerful, relationship building tool. There are many different reasons to give a compliment. The most compelling - it makes you feel good. You cannot give a sincere compliment without feeling great. It's impossible. Why does it feel so wonderful to pay a compliment? Because you are connecting honestly, directly, and kindly with another human being. It is a basic need that doesn't get met often in our fast-paced, media-hyped, negative-slanted, technical world.

There are also many hidden benefits to giving compliments. It's amazing that such a small, simple skill like giving away compliments can change the way you view yourself and the world around you. It will strengthen your relationships, boost your self-esteem, and increase your self-confidence. You will experience joy and happiness as you learn to give selflessly.

Each time you give a compliment, you focus completely on the other person. You actively look for positive traits or attributes and specific examples. By doing this on a regular basis (I suggest 5 times a day), you begin to see how richly multifaceted people really are. People's positive traits jump out at you. Your thought processes shifts from looking for the worst in people to looking for the best. Being proactive spills over into your life. You see the possibilities, not the obstacles. Compliment giving is a jump-start for looking at the world in a positive, refreshing, stimulating, and creative way.

Knowing something is good for you doesn't always translate into action. I encourage you to make compliment giving a habit - a compliment habit. All you need to do is give away 5 compliments a day. It doesn't take long to give away five compliments. Five heartfelt, honest to goodness, acts of kindness. It costs nothing but a little time, energy, and the desire to make your life and the lives of others better. Compliments are defined as gracious words, given freely, which create happiness for both the giver and the receiver. They are based on the universal truth - everyone appreciates kindness.

*about my thesis
Ikha Oktavianti

26.5.10

Catatan gila !

akhir-akhir ini saya jadi males banget online facebook.. karena disana disini temen2 pada rame upload fotofoto wisuda.. tagging sana tagging sini, 
pasang caption yang super lebay, pokoknya banyak gaya... dan dalam hati saya yang suka ngiri ini hanya bisa bertanya tanya... saya uploadnya wisudanya kapan ya??

hmm.
kalo sudah begini, saya jadi inget sesuatu yang sering membuat  perut mual-mual rindu setengah mati, sesuatu yang bisa membuat jantung saya berhenti berdegup kencang, sesuatu yang akhirakhir ini menjadi HOT topic dalam hidup saya ; SKRISPI
yayaya.. sengaja ditulis gitu, biar rasarasanya kaya makanan, enak, bergizi, dan yang pasti gak bikin kejang otak! 
(semoga anda tidak benarbenar tertipu promosi seorang mantan SPG)

Sejauh ini, saya selalu menjaga hubungan batiniah serta lahiriah dengan benda abstrak itu... 
Saya selalu memanjakannya, memikirkannya, dan ya... saya berusaha membencinya mencintainya setulus hati...  
saya tidak mau pengen banget jauh darinya... dan saya selalu memberikan ruang khusus di usus hati saya...
fiuuhh... helloow my fellow... 
sampaisampai vocabulary saya habis hanya untuk mendeskripsikan betapa saya sangatsangatsangat dan sangat mengagung-agungkan that holy skrispi...

in other hand,
semakin hari semakin saya tidak mempedulikan waktu saya habis hanya untuk mengelu-elukan benda abstrak itu, dan disinilah saya mulai menyalahkan diri saya sendiri..

SALAH SAYA ; saya tidak melakukan ACTION apapun ketika saya bilang mencintainya, saya hanya menyimpannya rapih di pikiran saya serta mengatakannya manis di mulut saya...
n I did nothing... 


inilah akibatnya sekarang, 
khalayak rame mulai menekan saya, disanadisini semua menanyakan hasil dari relationship saya dengan skrispi saya yang kenyataannya sampai sekarang masih suci itu...

saya sendiri akhirnya berpulang pada kenyataan bahwa saya adalah orang yang tidak konsisten terhadap omongan saya, dan saya merasa sangat tertampar oleh sifat saya ini...

sejujurnya saya adalah insan (mahasiswa) yang boleh jadi sangat beruntung karena mendapat pembimbing yang superduper baik (sampaisampai saya dibuat bingung oleh kebaikan beliau ini)

tapi, saya terlena... 
selama ini saya begitu memujamuja skrispi yang seharusnya segera saya pinang (baca: SELESAIKAN!)itu. 
tanpa berpikir deadline saya semakin pendek untuk menikahinya dengan pesta walimah yang sangat ditunggutunggu orangorang tercinta dalam hidup saya (baca:WISUDA)
kini, 
giliran saya sudah mulai bosan, saya harus terpaksa berjuang mencintai skrispi saya lagi... kali ini tentu saja saya menyertakan efforts...
konsekuensinya, saya harus begadang sampai dini hari, saya harus memangkas jam pacaran, saya terpaksa menghilangkan kamus keduniawian...menyiksa ??
YA !
sudah pasti saya sangat tersiksa, ini jelas bukan saya bangett !


huft..
tapi saya sadar ini semua saya lakukan for the sake of SKRISPIIII



 
doakan saya, semoga saya bisa segera meminangnya dalam pesta walimah yang paling indah...