19.3.11

tentang perempuan

Dia yang diambil dari tulang rusuk. 
Jika Tuhan memersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan.
Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.. hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya.
Sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu.
Kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan.
Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki.
Tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.
Tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.
Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya.
Kata-kata yang lembut.
Ungkapan-ungkapan sayang yang sepele.
Namun baginya sangat berarti, membuatnya aman di dekatmu..

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan.
Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang.
eperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan, yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang.
Jika lelaki berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya.
Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya.

Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki.
Apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu.
Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga.
Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada, karena ia lahir dan dibesarkan di sana dan karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. 
Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga, karena kau dan dia adalah satu, dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.
(kutipan dari catatan seorang teman)


^^ tulisan ini aku copas dari note seorang temen..
baca aja langsung bikin mrinding.. hmm, langsung imagine kalo saja yang nulis ini adalah.... hehe.. mustahil kali ya.. ^^


17.3.11

Lollipop Love

Tak pernah ku menyesal ku telah memilih dirimu..
Dengan perbedaan yg ada namun kita masih bersama..
Kadang aku yg selalu egois dan kamu yg selalu tak perduli..
Dengan sikapku yg tak mau tahu dan kamu yg tak bisa 'tuk mengalah..
Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Tak peduli saat senang dan saat susah,kita kan selalu menjaga..
Satu dua kali kita pernah saling membenci..
Ketiga empat kali kita juga saling tak bicara..
Namun tak sanggup ku berlama-lama dgn hari tanpa dirimu..
Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Dan bila bosan benci menghampiri,cinta kan membawa kita kembali :$

Kadang merah kadang biru kadang hijau dan ungu..
Berwarna warni ya cinta kita sayang..

just 'saling n jujur' ya saiaankk :$

27/02/2011
12.12
SMS dari hantuw keren


NAH, setelah sempat terkagum- kagum baca syair yang dikirim sang kekasih tersebut diatas, dan setelah diliputi ketidakpercayaan akan orisinilitas karyanya, akhirnya aku, dengan bantuan pakdhe Google menemukan source asli dari potongan syair yang dikirim si doi via SMS itu.. ini diaaaaa...



Cinta itu indah..
Saat kita senang atau saat susah..
[**]
Tak pernah ku menyesal
Telah memilih dirimu..
Dengan perbedaan yang ada
Namun kita masih bersama..
Kadang aku yang selalu egois
Dan kamu yang slalu tak perduli..i..i..
Dengan sikapku yang tak mau tahu
Dan kamu yang tak bisa tuk mengalah
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu menjaga
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
[***]
Satu dua kali kita pernah saling membenci..
Ketiga empat kali kita juga saling tak bicara..
Namun tak sanggup ku berlama-lama..
Dengan hari-hari tanpa dirimu..u..u..
Aku butuh teman untuk bicara..
Dan kamu selalu ada tuk mendengar..
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
[****]
Kadang merah kadang biru..
Kadang hijau dan ungu..
Berwarna warni cinta kita..
It’s like a lollipop, lollipop love..
It’s like a lollipop, lollipop love..
Reff :
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta
Oh cinta ini indah
Saat kita bersama
Dan bila bosan benci menghampiri
Cinta kan membawa kita kembali
Di satu lollipop love, lollipop love
It’s like a lollipop love, lollipop love
Oh love, lollipop love, lollipop love…
Love love, lollipop love
Oh love, lollipop love…

Owaaalaaaaaaaaahhh.. ternyata benar dugaanku, doi cuma kopas lirik lagunya mbak Nina Tamam dari album terbarunya di 2010. Ahahah... tapi, emang bener yah, lagunya enak, easy listening, n liriknya itu lo, gokil dan romantis abis, cucok dipas-in sama yang lagi pacaran. khas kita banget dehh.. hehe

dengerin nooh, DISINI



ASIIK , kan :)



  

SMS PENDING!

Hm.. 
Rupanya ada yg menahan rinduku meluncur ke peraduanmu. 
Sudah hampir pagi kumenunggu, namun ia tak kunjung membantu. 
Atau barangkali aku yg terlalu lugu? 
menanyakan tentang sinyal yg hanya satu? 
Apa yg salah dg diriku? Padahal aku hanya ingin rindu kita saling bertemu.. saling mengucap dan mengecup.. saling memandang dan menyayang. 
Fiuhh!
Benar aku tak tau, mengapa ia menahan semua pesanku malam ini. 
Ah, entahlah.. INDOSH*T



by Ikha Oktavianti on Wednesday, March 16, 2011 at 1:27am




Nah, gara- gara fenomena SMS pending dan telpon tulalittt.. akhirnya malam kemarin aku sukses merangkai komplain yang lebih mirip syair seperti diatasitu.. 

Fiuuh! Belakangan memang operator yang sudah lama kulanggan itu sering bikin masalah. Kenapa sih kenapaaaaa??
Nah, kata si abang nih (yang kebetulan kerja di kantor si operator), gara-gara di kantornya baru ada transformasi. Bagian marketing sukses melariskan reload dan aktivasi, sementara bagian tekhnis kewalahan karena baru upgrade instalasi SMS, kata dia siih begituuu... walo gak percaya- percaya amat sih, dia kan bagian financial, hihihiiii

Yah, apapun penyebab SMS pending, semoga aja segera ada perbaikan pelayanan si operator yah, biar gak bikin miscom lagi :)

12.3.11

curhat ngasal

Udah malem sih sebenarnya, dan kerjaan juga masih banyak yang harus selesai besok.. revisian sidang kemarin belum juga disentuh, tapiiii tangan ini gatal sekali pengen pijetin keyboard.. heheeeeeee

Yea, time really flies..

Ternyata sibuk sekali ya diriku ini, sampai gak sadar bahwa sebenarnya aku sudah semakin tua, hiks hiks..
bukan .. bukan usia yang kutangisi, tapi aku menangisi waktu- waktu yang sepertinya terbuang percuma. Iya, ini yang aku rasakan sih.. walaupun tiap kali aku menyesali sang waktu, masih saja ada banyak alasan yang menyadarkanku untuk bersyukur bahwa aku beruntung.. 

Beruntung karena masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar di usiaku yang sudah matang ini. Ih, bicara matang usia, jadi keinget kejadian- kejadian yang menjadi trending topic dalam hidupku belakangan ini. Ahihiiii..

Cerita ah...
Diawali dengan kesibukanku di dunia bisnis, hm... sampe tiap hari ada aja yang order tapi kutolak tolak gara-gara bulan ini udah overloaaaaaadd nih orderan. pusyinggg- pusyiingg.. maaf ya para pelanggan, saya cuma gak mau nanti hasilnya jadi ngasal :(

Parahnya, aku baru sadar ternyata cari karyawan jahit itu susahnyoo minta ampyun, huft, apa gara-gara informasi lokernya kurang menyebar ya? hmm, ini nih.. PR yang sampe sekarang belum selesai.. baru juga ada 2 pegawe, kemarin pas order mbludak malah dianya pulang kampung, tinggal satu sekarang, dan pekerjaan masih numpukk.. capek tenan, tapi gembira dan tetap maksimal mengerjakannya :)

Dilanjutkan dengan proyek menulis, ah........ yang ini rasanya pengen banget teriak HORE
Apa sih impian Ikha Oktavianti selama ini? jawabnya masih konsisten : MENULIS- MENERBITKAN BUKU.

Nah, alhamdulillah, proses yang aku usahain selama ini mulai kelihatan hasilnya, semakin dekat dengan mimpi dan obsesiku yang satu itu.. bocorannya sampe segini dulu aja hihiii.. semoga segera bisa melihat namaku tertulis di cover depan sebuah buku, semoga saja segera terwujud. amin :)

Oya, setelah cukup legowo dengan perjuangan yang panjang dan melelahkan dalam menyelesaikan skripsi, akhirnya Selasa, 08 Maret 2011 kemarin aku LULUS sidang skripsi, alhamdulillah bisa lulus meski banyak revisi sana sini, ya untuk pekerjaan yang nyaris tanpa bimbingan, lumayan lah.. cerita detailnya ntar deh aku tulis lagi, soalnya banyak temen yang request minta ditulis di blog, hihiiiiiii malu sih adegan-adegan deg2an itu, tapi gak papa berbagi pengalaman. Suka gak percaya bisa lulus di urutan nomer 3 setelah Elsa dan Nia. Tapi yaaaa.. sebanding dengan perjuanganku wira wiri ke kampus, rajin melek ngerjain skripsi, mangkas jam ngemall, nyita waktu pacaran, hihihiiiii... yang pasti banyak berjasa dalam hal ini sebenarnya kekasih hati, berikutnya orang tua dan camer.. haduuhhhh, kalo gak gara-gara mereka selalu nanyain kapan wisuda dan kapan kawin, udah jelas detik ini aku masih berleha- leha menikmati santainya menjadi mahasiswa. hahaha.

Eh sampai bahasan kapan kawin, oopsie oopsiee.... maksudnya kapan nikah, nah langsung deh   jadi pengen ketawa.. hmm, sudah lulus, sudah ada bisnis kecil-kecilan, apa lagi yang dibicarakan???? 

YAH, MENIKAH!

haduuh, ini benar- benar jadi trending topic paling maknyooss hari- hari terakhir ini, mana bapaknya mas Bayu udah nanyain, bapak ibuku juga pengennya cepet, apalagi mas Bayunya itu ngotot aja pengennya.. fiuuuuuuuhh, emang nikah gampang apa, masss?? aku kan pengennya punya kantor duluu, sayang :( 

nah lo nah lo...

Oke, malam ini harusnya aku gak begadang, besok udah ada jadwal kunjung kerumah bapaknya mas Bayu, mau diajakin maen ke Jogja.. hihihi, tiap minggu diajak maen mulu nih sama Bapak, asikk asikkk.. hihihiii 

Gut nite :)


diary of an ordinary 

Ikha Oktavianti
March 03 '11
2:02 am






9.3.11

miss you, miss Ikha..




"Miss..."

"Miss..."

Ah, setiap kali panggilan itu terdengar rasanya saat itu pula aku rindu. Yah, rindu pada musik ketukan meja mereka, rindu pada celoteh mereka, rindu teriakan mereka memanggil namaku.

Atau...

"Miss, ayoo to ngajar kelasku!", teriak mereka di kantor guru sambil tangan- tangan mungil  mereka menarik- narik tanganku. Tidak setiap hari ada jadwal pelajaran Bahasa Inggris di kelas, tapi mereka selalu melakukan hal yang sama setiap pagi. Lucu. Rasanya aku benar- benar seperti idola di sekolah mereka.

Atau...

"Heh! Ojo too! Iki kan Miss Ikha -ku", celoteh mereka setiap jam istirahat sambil tangan- tangan mungil mereka berebutan mendekap tubuhku. Tangan- tangan mereka kadang tidak bersih, bau keringat mereka sudah tentu bau matahari. Lugu. Tapi rasanya aku selalu ingin memeluk mereka kembali.

Namun semua lamunanku buyar saat bel pulang berdentang, menghilang bayang keriuhan anak- anak mungil berseragam putih merah. Memandang mereka yang bergandeng-gandengan menjauhi sekolah. 


Aku rindu.. hanya rindu pada semangat yang mereka tularkan padaku saat menikmati masa- masa indah di sekolah.




#saat aku rindu pada mereka; 
tunas- tunas bangsa SD Pondok III



4.3.11

Rumah Flanel Jelita


Tidak sedikit orang yang bertanya kepadaku, 'Kok bisa sih anak Sastra Inggris nyemplung di dunia bisnis kaya kamu?? Bisnis boneka lagi... kayaknya gak ada koneksinya deh'.. Dan jawaban yang kuberikan selalu sama : sebuah senyuman :)

Pertanyaan mereka memang menggelitik. Bagaimana ceritanya kok tertarik dengan flanel?? Kursus saja tidak...

Yah, siapa sangka, justru dengan flanel aku bisa selangkah lebih maju dan tentu saja tetap mandiri. 

Kadang inginnya tertawa sendiri, menertawakan bagaimana awal ceritanya hingga ide bisnis boneka lucu ini muncul. Oke, boleh jadi karya sastraku beberapa kali dimuat di media cetak, tapi untuk karya seni seperti ini, hm... benar- benar belum pernah bermimpi. Apalagi dengan jemari tangan yang sering dianggap ceroboh, awalnya aku tak yakin bisa mengembangkan kreatifitasku di bidang ini. Bahkan dulunya orang terdekatku sering menganggap boneka hasil jahit tanganku tak punya nilai jual sama sekali. 

Ya, karya perdanaku memang sengaja kukhususkan untuk lelaki spesial itu, sehingga dia pula yang sering mencela, mmm.. oke, harus kuralat, bukan mencela tapi mengkritik, mengomentari.. kurang begini, kurang begitu, yah.. memberikan masukan berarti agar karyaku bisa lebih BAIK lagi.. hingga pada suatu hari, ide itu lahir...


Bagaimana ceritanya?

Alkisah, sejak dulu aku memang hobi memberi surprise untuknya. Surprise yang tak pandang momen, selagi ada ide, aku selalu memberinya surprise. Seperti kala itu, tiba- tiba terbesit keinginan untuk membuat flanel miniatur dirinya. Lengkap dengan kostum basket favorit yang dipakainya saat pertama kali main kerumahku. Ya, aku ingat betul kostum yang ia pakai saat pertama kali menyambangi rumahku. Kaos merah, celana basket warna biru muda, tak lupa kutambah angka favoritnya: 20. Sim salabiiiiiiiiiim.... dalam semalam saja, aku berhasil mengekspresikannya dalam tampilan sebuah boneka. Taraaaaaaaaaaa....

my first handmade for him

Malam itu, aku tahu benar ia akan menyambangiku dirumah, oleh karena itu aku sengaja memasang boneka lucu itu di meja tamu. Jauh di lubuk hati, aku ingin membuatnya terkejut gembira oleh kelakuan perempuan yang menyayanginya ini. Jam yang berdenting bukan lagi sesuatu yang biasa, detak detiknya terdengar sangat keras saat aku menunggu kedatangannya. Sekitar setengah jam berlalu sejak ia mengirim sebuah pesan singkat 'i'm  on my way heading to your heart...'. akhirnya ia muncul di depan pintu dengan senyum tersipu malu. 

Aku sengaja muncul agak lama, membiarkan ia bercengkerama dengan si empunya rumah alias Bapakku. Sementara aku menyiapkan hatiku yang diselimuti perasaan tak menentu, ah, surprise memang kadang membuatku tampak lucu.

Tibalah ia masuk ke kamar tamu, dan aku menyambutnya dengan senyum. Dilihatnya boneka yang tadinya kusebut sebagai surprise itu....sekilas..

Aku sengaja mengajaknya terus bertukar cerita, lebih tepatnya menyembunyikan perasaan salah tingkah yang membuncah di dalam dada. Dan ohh... ia tersenyum. Fine.. aku suka senyumnya itu, mungkin sebuah apresiasi akan surpriseku malam itu. Tak berapa lama, ia menghentikan obrolan kami... waittt.. waittt...

' Ling, ini buat aku kah???', retoris, ia bertanya sesuatu yang sudah ada jawabannya.

' He'eh', aku mengangguk pasti, disertai rona pipi yang semakin menjadi.

' Hemm, boleh aku kritik ya??", tanyanya lirih, namun efeknya luar biasa perih.

' Boleh, boleh..', apa boleh buat, mengkritik adalah hobinya, jadi akupun sadar aku harus tetap menjadi wanita tegar seperti biasanya. Kukubur semua terka yang ada dihatiku, dari kritikannya sudah barang pasti ia tak begitu menyukai surpriseku kali ini... 

Wajahku beringsut, meski mulai kusut, tapi aku masih mendengar semua kritik dan saran yang ia kemas rapi dalam setiap kata halus yang ia ucapkan dengan hati-hati.

Aku tak begitu menyesalkan kegagalan malam itu, sehingga beberapa hari setelah itu, aku mempunyai ide baru mengiriminya dua batang coklat bersama dua boneka mungil ke meja kerja di kantornya. 

bro 1 and bro 2


Setelah semalam suntuk menyelesaikan jahitan tangan dua boneka lucu itu, pagi-pagi benar aku bangun, berharap tidak terlambat menitipkan surprise kecil itu pada satpam kantornya. Dingin pagi terasa hangat oleh ceria yang menggunung di diri ini. Dalam benak aku percaya, aku tak mungkin gagal menciptakan impression kali ini...

Sekitar pukul setengah delapan pagi, aku berkendara menuju kantornya yang berjarak sekitar 8 kilometer dari rumahku. Cukup jauh, tapi jarak tak pernah menjadi halangan bagiku tuk bertemu. Sesampainya di kantor, aku segera menitipkan bingkisan pada petugas security, tak lupa memberi pesan tertulis yang romantis abis. Ah, ini memang sudah menjadi hobi :)

Seperti harapanku, bingkisan sampai di meja kerjanya saat ia datang. Nice!

Aku menunggu, lama kumenunggu.. hingga siang menjelang ponselku tak kunjung berdering. Hanya sekali konfirmasi dari rekan kerjanya bahwa bingkisan telah diterima sejak pagi hari. Hatiku terbalut kalut, aku mulai takut surpriseku akan carut marut.

Sore menjelang, sebuah panggilan yang aku hafal benar bunyi ringtonenya. 

' Dear, i love you more...', ucapnya mengawali telepon.

' Heh?', jawabku singkat, agak malas berkata banyak, masih kecewa.

' Ling, you do a very good job. I really like your surprise. bla bla bla...', dan bisa disimpulkan... AKU BERHASIL ! 

Ia menyisipkan banyak komplimen pada karya handmade yang kunamai Bro 1 dan Bro 2. Sangat menggembirakan, aku puas dengan kerja tanganku untuk yang pertama kali.

Cerita tidak berhenti, setiap hari kurangkai model baru untuk menambah koleksi. Sebagian kreasi kuupload ke facebook. Tak kusangka, melalui jejaring sosial itu lah seorang teman lama tertarik membuka peluang usaha. Tak main- main, ia langsung memberiku kepercayaan menyelesaikan sekitar 25 buah boneka wisuda yang ia distribusikan ke koperasi kampusnya. Wow. Fantastis! 

Aku tidak menyia- nyiakan kesempatan tersebut. Dengan sepenuh hati, aku menerima pesanannya dan menyelesaikan pengerjaannya sendiri, sesekali bersama ibu yang bersedia membantu. Alhamdulillah, sejak pesanan pertama itu datang, pesanan- pesanan yang lain datang berurutan.. kini sudah banyak hasil kreasi yang kuselesaikan. Pesanan justru banyak berasal dari luar kota, bahkan luar pulau. Bahagia kini menyelimuti.. hanya berawal dari keisengan membunuh sepi, menciptakan surprise untuk kekasih sendiri, hingga kini melayani para customer yang BAIK hati. Alhamdulillahh.................

Sebagian hasil karya yang berhasil diabadikan sebelum terbang ke tempat si pemesan:

order by Karen Rangga- Depok
Order by Anis - Kartasura

Order by Dini- Jagalan

Order by Datik- Solo

Order by Vicky- Bogor

Order by Mita- Solo

Order by Shulby

Order by Nia- Solo

Order by Tiwi- Sukoharjo



TERTARIK MEMBERIKAN SURPRISE UNTUK YANG TERSAYANG DENGAN BONEKA LUCU SEPERTI DIATAS?
ATAU ANDA PUNYA DESKRIPSI KEINGINAN ANDA SENDIRI?

MARI SILAKAN ORDER DI RUMAH FLANEL JELITA

HUBUNGI  : 085647200900

ATAU VIA FACEBOOK DI : ikha.oktavianti@gmail.com

Kami tidak akan mengecewakan anda, karena semua pesanan kami jahit dengan cinta sepenuh hati :)

Antara aku dan Sandra (Bag II)



Hey, ini sudah lewat tengah malam, namun jemariku belum lelah menari. Setelah menari dengan benang- benang dan kain – kain flanel warna- warni, kini menari lagi diatas kotak- kotak keyboard...

Aku berhenti sejenak menggerakkan jemariku meloncat ke aksara satu dan lainnya, lalu menatap satu persatu boneka- boneka flanel di dalam box yang kujajar di separuh bagian meja belajarku. Oh, God! Sangat cantik! Aku selalu memuji tanganku sendiri ketika hasil akhir sudah didepan mata.

Aku mengerlingkan pandanganku ke sisi lain di meja belajarku. Sebuah surat kabar terbitan hari ini, laman ProBisnis. Kembali tersungging senyum tipis di hati, sebuah artikel berjudul ’Boneka Bertoga Sebagai Bingkisan Wisuda’. Ada gambarku di samping artikel tersebut. Aku dan ceritaku mengenai hasil karya tanganku, dibaca oleh ratusan pembaca koran Suara Merdeka pagi ini. Thanks, the writer. Thanks, God! 

---
Aku tak tahu, kenapa aku tiba- tiba menjadi sangat optimis melihat masa depanku. Masa depan yang awalnya selalu kutakuti, kini tidak lagi. Bukan.. Bukan berarti kain- kain flanel ini yang selalu kubawa bermimpi, tapi keyakinan akan kualitas hidup yang terus kucari- cari. 

Aku melanjutkan beberapa paragraf yang sudah tersusun rapi oleh tarian jemari. Bukan lagi tentang skripsi yang tertelan warna- warni manik- manik di laci, namun tentang tautan hidup kelak di kemudian hari. Email untuk Sandra, sahabat dekat yang pernah kuceritakan pada tulisanku sebelumnya. 

(email content @danceofmyfinger.blogspot)

----
Aku tersenyum manis mengakhiri tulisanku di surat elektronik yang baru saja kukirim untuk sahabatku di negeri Kanguru: Sandra. Ya, sudah sejak Januari ia bertolak menuju Australia, negeri yang menjadi pilihannya untuk meneruskan jenjang pendidikan Magisternya.

Sedang aku? Jangan tanya dimana gelar kesarjanaanku kusembunyikan, karena memang sampai detik ini aku belum dilegalkan menyematkan gelar di belakang nama panjangku. Ya, aku memang belum juga lulus. Lagi- lagi masih dihadapkan pada persoalan yang sama, pembimbing yang tak kunjung kembali dari negeri tetangga.

Alih- alih mengisi waktu sembari menunggu sang pembimbing pulang ke tanah air, aku memperlebar sayap pemasaran flanel bertoga buatanku, membuka lapak jualan boneka online. Facebook menjadi sarana yang tepat bagiku. Bermula dari keisengan mengunggah foto- foto boneka terdahulu, dari situ pula mengalir pesanan tanpa putus. Sempat kaget, sekaligus kewalahan menerima orderan. Bagaimana tidak kewalahan, sebelumnya aku hanya mengerjakan semua pesanan dengan ibu saja, karena jumlah pesanan baru hitungan jemari. Kini, dua karyawan sudah siap membantu semua pekerjaan tangan.

Dalam email yang kukirim pada Sandra, aku menceritakan semua kegiatan yang kulakukan, termasuk gerak gerik dan arah bisnis kecil yang kutekuni, sekaligus meminta saran daripadanya. Pada sahabatku itulah semua masalah kubagi, selain pada kekasih hati. Kekasih hati? Ya, aku akan menceritakannya pada halaman lain di tarian jemariku ini, tentunya setelah ada balasan surat elektronik dari Sandra. Semoga tidak perlu menunggu dalam waktu yang lama...

Reply soon, Sandra..


beberapa pesanan dari UNTAR



Beberapa pesanan dari UNS kedokteran





Wediombo with you...




Gemuruh ombak memenuhi telingaku. 
Tiada cahaya, hanya temaram purnama yang memandangku penuh tanya. 
Aku diam, mendengarkan celotehmu mengisi bagian lain di dalam otakku. 
Alunan-sebut saja lulaby-tak henti menemani-berbunyi. 
Aku dan jajaran aksara layar sentuh. 
Pikirku kian jauh, layuh, terbawa ombak yang sebagian lainnya berhasil berderak menjauhi pantai. 
Laut, deburan ombak, riak buih dan segala hal yang kulihat di sepertiga malam ini adalah kesatuan ramah tamah yang menyambutku. 

#Wediombo with you
23-10-2010


I miss you, words

I miss you, words...

Aku diam. Aku mengawalinya dengan diam. Diam yang sangat lama. Aku menunggu. Masih menunggu hingga ada secercah petuah yang menyalakan semangat pantang menyerah.


Tik tok tik tok.

Diam lagi. Sedikit agak lama. Mencoba menggali dan terus mencari. Menemukan benih yang sedari dulu kutanam sebagai mimpi. 

Jik jik jik jik.

Jemari beradu dengan papan aksara. Satu dua kata muncul di kepala. Puluhan ratusan lainnya menguntai sebagai kalimat berikut paragraf. 

Iya, ini yang kulakukan. 

Iya, ini yang kurindukan.

: menulis







diary of an ordinary
ikha oktavianti